slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Polri Dan Fbi Bongkar Kasus Penipuan Global, Kerugian Rp343 Miliar

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Bareskrim Polri bekerja sama dengan FBI membongkar jaringan penipuan dunia dengan kerugian mencapai US$20 juta alias sekitar Rp343.060.000.000 (kurs hari ini.

Dalam keterangannya, FBI mengatakan operasi campuran dilakukan dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FBI menyebut jaringan penipuan ini memungkinkan para pelaku untuk mencuri ribuan info kredensial alias krusial milik korban.

"Dan melakukan upaya penipuan senilai lebih dari $20 juta," ujar FBI dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (15/4).

Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rizki Agung Prakoso membenarkan adanya kerjasama tersebut.

Kendati demikian, dia belum mengungkap secara rinci ihwal kasus penipuan itu. Termasuk soal modus dan para pelaku nan telah ditangkap.

"Nanti kita bakal pembaruan untuk rilisnya," tuturnya.

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan pengungkapan kasus ini berasal dari patroli siber rutin nan dilakukan interogator terhadap situs-situs mencurigakan.

Dari temuan itu, kata dia, interogator Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menemukan platform w3llstore.com nan terhubung dengan pengedaran tools melalui bot Telegram nan diduga menjual script phishing.

"Tools nan diperoleh (dari situs) terbukti dapat digunakan untuk tindakan phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban," ujarnya.

Ia menjelaskan perangkat itu bekerja dengan langkah menyedot info korban pada saat sedang memasukkan username dan password. Alat itu, kata dia, apalagi bisa mengambil session login sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa perlu kode OTP.

Dalam prosesnya, Isir mengatakan Bareskrim kemudian bekerja sama dengan FBI untuk mengidentifikasi korban di Amerika Serikat sekaligus menelusuri jaringan pengguna tools tersebut.

Hasilnya diketahui sosok pelaku GWL nan berkedudukan ssbagai kreator sekaligus pengelola tools dan sarana distribusi. Serta pelaku FYTP nan bekerja mengelola aliran biaya hasil kejahatan melalui mata uang digital dan rekening bank.

"Modus transaksi pun beranjak dari situs web ke Telegram dengan pembayaran berbasis kripto," jelasnya.

Isir menambahkan dari hasil penyidikan, korban phishing tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Kedua pelaku kemudian sukses ditangkap interogator di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4).

Dalam penangkapan itu, interogator turut menyita aset senilai sekitar Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan peralatan elektronik.

"Sementara dari penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan telah meraup untung hingga Rp25 miliar," katanya.

Saat ini, interogator tetap terus melakukan pengembangan guna menelusuri pihak-pihak lain nan terlibat, termasuk para pembeli dan pengguna phishing tools tersebut.

"Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital internasional," ujarnya.

(fra/tfq/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru