Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah masih relatif tahan terhadap tekanan global di tengah gejolak geopolitik bumi akibat bentrok di Timur Tengah.
Menurut Purbaya, pelemahan rupiah nan terjadi selama periode bentrok dunia sejauh ini tetap sangat terbatas. Ia menyebut setiap terjadi perang, depresiasi rupiah hanya berada di kisaran 0,3 persen.
"Kalau kita lihat dinamika dunia memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada nan bilang rupiah hancur. Tapi jika dikatakan betul, Pak (Prabowo Subianto), itu setiap perang rupiah itu hanya terdepresiasi sebesar 0,3 (persen). Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita," ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai penilaian terhadap kondisi rupiah semestinya juga memandang parameter kepercayaan penanammodal dunia terhadap perekonomian Indonesia.
Salah satunya tercermin dari credit default swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun nan dinilai tetap relatif stabil.
Selain itu, selisih imbal hasil antara Surat Berharga Negara (SBN) dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) juga tidak mengalami perubahan signifikan.
"Kalau kita lihat nan CDS, IDR 5 year juga tetap relatif stabil. Di Januari 2024 itu spread SBN terhadap treasury 240 basis point, sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 3 basis point," ujarnya.
Sang Bendahara Negara menilai kondisi tersebut menunjukkan penanammodal asing tetap mempunyai kepercayaan terhadap esensial ekonomi Indonesia.
Ia juga mengungkapkan arus modal asing ke pasar finansial domestik tetap relatif positif meskipun sempat mengalami perubahan dalam beberapa bulan terakhir.
"Kalau kita lihat capital flow ke negara kita memang sempat naik turun, tapi sejak November, Desember condong positif. Sekarang juga tetap positif," kata dia.
Berdasarkan info terbaru nan dia sampaikan, pada Maret tercatat arus keluar dari pasar SBN sekitar Rp700 miliar.
Kendati, pada saat nan sama tetap terdapat arus masuk ke instrumen SRBI sekitar Rp2,2 triliun serta aliran biaya masuk ke pasar saham dengan nilai nan sama.
Menurut Purbaya, pergerakan arus modal tersebut menunjukkan penanammodal dunia tetap memandang prospek ekonomi Indonesia secara positif meskipun situasi dunia sedang diliputi ketidakpastian.
Ia menambahkan penanammodal nan betul-betul menempatkan biaya di pasar finansial umumnya mengambil keputusan berasas kondisi esensial ekonomi.
"Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini jika investor-investor nan original seperti ini, lantaran mereka taruh uang," ujar Purbaya.
[Gambas:Video CNN]
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·