slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Review Film: Ready Or Not 2 Here I Come

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Christie Stefanie | CNN Indonesia

Jumat, 17 Apr 2026 20:00 WIB

 Sekuel dengan bumi nan lebih luas dan tetap menyenangkan, meski mempunyai catatan dalam pengembangan cerita hingga chemistry. Review Ready or Not 2: Sekuel dengan bumi nan lebih luas dan tetap menyenangkan, meski mempunyai catatan dalam pengembangan cerita hingga chemistry. (Searchlight Pictures/Pief Weyman)

img-title Christie Stefanie

Review Ready or Not 2: Sekuel dengan bumi nan lebih luas dan tetap menyenangkan, meski mempunyai catatan dalam pengembangan cerita hingga chemistry.

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim imajinatif di kembali Ready or Not jelas mempunyai ambisi besar untuk memperluas semesta cerita mereka dalam sekuelnya, Ready or Not 2: Here I Come.

Duo penulis naskah, Guy Busick dan R. Christopher Murphy, berbareng sutradara Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett jelas terlihat bersenang-senang mengeksplorasi dan membangun bumi nan lebih luas, dan tetap menyenangkan untuk diikuti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daya tarik utama movie ini terletak pada langkah mereka membangun lore sadis dan perincian setan dalam bumi elite dunia nan terus berkembang.

Jika movie pertamanya terasa begitu sadis dan thrilling dalam bebatan satire sosial, Here I Come malah tampak jauh lebih nyaman dengan lawakgelapnya nan sadis dan ugal-ugalan.

Film ini dibuka dengan sekuens pembuka nan kuat dengan menyatukan segmen terakhir movie 2019 dengan awal kisah sekuel pada 2026 secara mulus, ialah Grace (Samara Weaving) selamat dari kejaran in-laws, diiringi lagu Will You Still Love Me Tomorrow nan terdengar sangat pas.

Salah satu nilai plus dari movie ini adalah transisi nan begitu lembut di mana Grace dengan sukarela memakai kembali busana pengantinnya nan bersimbah darah setelah diselamatkan polisi.

Karena ceritanya dimulai tepat setelah movie pertama berakhir, sangat disarankan bagi penonton untuk menyaksikan pendahulunya terlebih dulu sebelum masuk ke sekuel ini.

[Gambas:Video CNN]

Perluasan cerita jelas terlihat dari karakter-karakter nan dilibatkan dalam sekuel. Keluarga Le Domas rupanya hanya satu dari sekian banyak family miliarder nan membikin perjanjian dengan Mr. Le Bail.

Faktanya, nyaris seluruh golongan "satu persen" orang terkaya di bumi terlibat dalam satanis.

Mereka mengendalikan pemerintahan dan tatanan bumi dari kembali layar, konsep Capitalist Satanic Cult nan terasa sangat relevan dengan beragam kejadian bumi nyata belakangan ini.

Perluasan cerita tersebut cukup sukses lantaran didukung penuh jejeran pemeran nan luar biasa dan siap terjun ke dalam permainan mematikan tersebut.

 HERE I COME. Photo by Searchlight Pictures/Pief Weyman, Courtesy of Searchlight Pictures. © 2026 Searchlight Pictures. All Rights Reserved.Review Ready or Not 2: Perluasan cerita tersebut cukup sukses lantaran didukung penuh jejeran pemeran nan luar biasa. (Searchlight Pictures/Pief Weyman)

Sarah Michelle Gellar sebagai Ursula tampil memukau dengan pesona jahatnya nan manipulatif, sementara Shawn Hatosy bermain sebagai kembarannya, Titus, memberikan nuansa bentuk nan haus darah.

Kehadiran Elijah Wood sukses mengangkat daya movie sebagai pengacara Mr. Le Bail, ditambah Kathryn Newton nan memberikan warna baru sebagai Faith, adik dari Grace.

Aktor pendukung lainnya pun tampil cerdas menghidupkan golongan elite melalui karakter Ignacio El Caido (Néstor Carbonell), Bill Wilkinson (Kevin Durand), Wan Chen Xing (Olivia Cheng), dan Madhu Rajan (Varun Saranga) nan digambarkan nyaris seperti parodi.

Meski ada beberapa stereotipe budaya nan cukup sensitif, sutradara sukses mengatasinya dengan memberikan kejutan-kejutan nan membikin tebakan penonton meleset.

 HERE I COME. Photo by Searchlight Pictures/Pief Weyman, Courtesy of Searchlight Pictures. © 2025 Searchlight Pictures. All Rights Reserved.Review Ready or Not 2: Samara Weaving dan busana bersimbah darahnya tetap menjadi pusat perhatian sekuel. (Searchlight Pictures/Pief Weyman)

Namun, di tengah semua karakter baru tersebut, pusat perhatian tetap ada pada Samara Weaving. Ia kembali memberikan performa bentuk nan intens dan memikat.

Mengingat penonton sudah bisa menebak siapa nan kemungkinan besar bakal bertahan, daya tarik utama movie ini sepenuhnya berjuntai pada seberapa seru permainan maut tersebut dimainkan.

Sayangnya, pengembangan ini bukannya tanpa cela. Tim penulis tampak semakin berani memperbanyak segmen ritual setan nan mungkin membikin sebagian penonton merasa tidak nyaman.

Meski peningkatan anggaran memungkinkan adanya segmen gore nan lebih imajinatif dan mencolok, kualitasnya tidak konsisten hingga akhir lantaran condong kembali ke formula lama tanpa ada peningkatan berarti.

Di sisi lain, ada juga momen kekerasan nan terasa terlalu brutal, seperti segmen pemukulan terhadap karakter Kathryn Newton nan tampak terlalu nyata dan mengerikan hingga mengganggu kenyamanan penonton.

Padahal, dalam movie nan penuh dengan segmen tubuh meledak, unsur intermezo semestinya tetap terjaga tanpa kudu terasa "menyakitkan" secara individual bagi penonton.

Kelemahan lainnya disebabkan pada naskah nan terjebak penjelasan terlalu panjang, sehingga membikin ceritanya terasa berulang.

Sehingga, meskipun kreator movie mau memberikan kesan sesuatu nan baru, sebenarnya tidak banyak buahpikiran segar nan ditawarkan.

Pendalaman karakter pun kurang maksimal. Hubungan Grace dan Faith terasa mentah sehingga susah dipercaya bahwa mereka mempunyai ikatan masa lalu. Mereka lebih sering terjebak pertengkaran repetitif nan melelahkan daripada membangun dinamika kakak-adik nan emosional.

Karakter baru lainnya pun sering kali hanya terlihat seperti "tumbal" tanpa latar belakang nan kuat.

Padahal, movie ini sebenarnya bisa jauh lebih kuat jika lebih konsentrasi membangun kedalaman karakter baru daripada hanya sibuk menampilkan tindakan perburuan nan konyol.

 HERE I COME. Photo by Searchlight Pictures/Pief Weyman, Courtesy of Searchlight Pictures. © 2026 Searchlight Pictures. All Rights Reserved.Review Ready or Not 2: Kehadiran Kathryn Newton menambah unsur komedi sekuel meski chemistry kakak-adik dengan Samaran Weaving. (Searchlight Pictures/Pief Weyman)

Catatan mini lainnya adalah absennya terjemahan untuk perbincangan bahasa asing non-Inggris di sepanjang film. Meski tampaknya hanya berisi umpatan, keberadaan subtitle bakal sangat membantu penonton memahami emosi segmen secara utuh.

Pada akhirnya, Ready or Not 2: Here I Come mengambil pendekatan nan jauh lebih luas untuk menyampaikan pesan "eat the rich," namun kehilangan konsentrasi tajam nan membikin movie pertamanya jadi lebih luar biasa.

Film ini tetap menawarkan pengalaman menonton nan menyenangkan di permukaan dengan taruhan bumi nan terancam hariakhir dan tumpahan darah di mana-mana, tapi tetap terasa seperti pengulangan nan mulai melelahkan.

[Gambas:Youtube]

(chri/chri)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru