slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Salip As, China Diprediksi Jadi Ekonomi Pariwisata Terbesar Di Dunia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 23 Apr 2026 18:00 WIB

China berada di jalur nan tepat untuk menggulingkan Amerika Serikat (AS) sebagai ekonomi pariwisata terbesar di bumi dalam beberapa tahun ke depan. Tembok Besar China nan selalu menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. (AFP/NOEL CELIS)

Jakarta, CNN Indonesia --

China berada di jalur nan tepat untuk menggulingkan Amerika Serikat (AS) sebagai ekonomi pariwisata terbesar di bumi dalam beberapa tahun ke depan.

Lonjakan nomor kunjungan mancanegara ke Negeri Tirai Bambu ini didorong oleh kebijakan visa nan semakin elastis dan agresif.

Seperti dilansir VN Express, berasas info terbaru dari World Travel & Tourism Council (WTTC), sektor pariwisata China mencatat ekspansi kontribusi terhadap PDB sebesar 9,9 persen tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rata-rata dunia dan melampaui pertumbuhan AS nan hanya mencatat 0,9 persen.

Meskipun AS tetap memimpin dalam skala keseluruhan secara nominal, tren pertumbuhan menunjukkan pergeseran kekuatan nan signifikan.

Pada 2025, sektor pariwisata AS menyumbang US$2,6 triliun terhadap PDB global, sementara China menyumbang US$1,8 triliun. Pengeluaran visitor ke China meningkat lebih dari 10 persen tahun lalu, berbanding terbalik dengan AS nan justru turun 5 persen.

China sendiri menerima 154,5 juta visitor tahun lampau (naik 17,1 persen), jauh melampaui AS nan hanya mencatat 68 juta visitor (turun 5,5 persen).

Presiden dan CEO WTTC, Gloria Guevara, menyebut bahwa jika tren ini terus berlanjut, China bakal menyalip AS pada akhir dasawarsa ini. "Saat AS menyusut, China bangkit dengan kecepatan tinggi," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Ada dua aspek utama nan mendorong perbedaan drastis ini:

1. Kebijakan Visa China: China sangat progresif dalam mempermudah akses masuk. Pada tahun 2025, jumlah negara nan menikmati akses bebas visa sepihak ke China meningkat menjadi 48 negara.

2. Hambatan di AS: Penurunan jumlah visitor mancanegara ke Amerika Serikat diyakini merupakan akibat dari kebijakan imigrasi nan semakin ketat, nan membikin pelancong enggan memilih AS sebagai destinasi utama.

Dominasi China di sektor pariwisata tidak hanya mencerminkan pemulihan pasca-pandemi Covid-19 nan kuat, tetapi juga strategi nasional untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar utama pertumbuhan PDB.

Dengan prasarana transportasi canggih dan kemudahan akses digital bagi turis, China sekarang menjadi ancaman nyata bagi status hegemoni pariwisata Amerika Serikat.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru