slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Satu Wn Malaysia Jadi Korban Tewas Helikopter Jatuh Di Sekadau Kalbar

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Seluruh korban dari helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air nan jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga Jumat (17/4) pagi, dari total delapan korban, tetap ada tiga nan belum dievakuasi lantaran dalam kondisi terjepit di buntang helikopter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub kemudian merilis identitas delapan korban helikopter jatuh tersebut. Salah satunya adalah penduduk negara (WN) Malaysia.

"Helikopter tersebut diawaki oleh 1 (satu) orang pilot, ialah Capt. Marindra Wibowo, serta membawa 1 (satu) orang engineer Harun Arasyid dan 6 (enam) penumpang, yaitu: Mr. Patrick K. (WN Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito," demikian pernyataan Dirjen Hubud Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangannya, Jumat siang.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa nan sedalam-dalamnya kepada seluruh family korban," imbuhnya.

Selain itu, dia menerangkan Ditjen Hubud  berbareng AirNav Indonesia dan lembaga mengenai terus berkoordinasi dengan Basarnas serta pihak mengenai setempat guna proses pemindahan dan penanganan lebih lanjut di letak kejadian.

Kronologi lenyap kontak hingga ditemukan jatuh

Dalam keterangan itu, Lukman membeberkan kronologi penerbangan helikopter sebelum lenyap kontak hingga ditemukan jatuh di Sekadau pada Kamis (16/4) kemarin.

Helikopter EC 130 T2 dengan register PK-CFX itu dioperasikan oleh PT. Matthew Air Nusantara pada rute Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kemarin.

"Berdasarkan info nan diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB untuk kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah rimba Kalimantan Barat," kata Lukman.

"Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan lenyap kontak dan pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur nan berlaku," imbuhnya.

Kemudian, tim SAR gabungan pun dikerahkan pihak mengenai termasuk Basarnas untuk mencari helikopter nan lenyap kontak itu. Tim SAR gabungan akhirnya sukses menemukan letak jatuhnya helikopter, dan menemukan seluruh penumpang serta awak pesawat sudah meninggal dunia.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu info resmi dari pemerintah dan tidak memperkirakan mengenai kejadian ini," kata Lukman.

Sebelumnya, mengutip dari detikKalimantan, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu Zainal Abidin memaparkan tim campuran kudu bekerja ekstra lantaran kondisi medan nan susah serta posisi badan helikopter nan berada di area terjal.

Operasi pemindahan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, serta tim campuran lainnya dengan menggunakan peralatan unik untuk memotong bagian badan helikopter.

Saat pencarian dilakukan, tim SAR campuran mengerahkan sejumlah daya termasuk helikopter Super Puma hingga sepeda motor untuk menjangkau area sulit.

"Kita kerahkan semua potensi, baik udara maupun darat. Kendaraan roda empat dan sepeda motor digunakan untuk menjangkau letak nan tidak bisa dilalui mobil," ujar ADC Kepala Kantor SAR (Basarnas) Pontianak, Ridwansyah, Kamis kemarin.

Dia menerangkan kondisi geografis di sekitar letak kejadian memang menjadi tantangan. Area didominasi rimba lebat, perbukitan, serta akses jalan terbatas, sehingga tim kudu bergerak elastis menyesuaikan medan.

Serpihan helikopter PK-CFX kemudian terdeteksi dari udara di area rimba Dusun Hulu Peniti, nan menjadi letak jatuhnya helikopter nahas tersebut.

"Setelah melakukan searching dan holding dua sampai tiga kali, tim udara menemukan serpihan. Titik awal ini disampaikan oleh Kapten Pilot Puskorma, Abdi Ridho," ujar Ridwansyah.

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru