Jakarta, CNN Indonesia --
Penangkapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman merupakan operasi tangkap tangan kesembilan KPK sepanjang tahun ini sekaligus operasi ketiga selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
KPK mengumumkan OTT Bupati Cilacap pada Jumat sore. Dalam operasi ini, lembaga antirasuah total menangkap 27 orang termasuk Bupati Auliya.
Kasus nan menjerat Bupati Cilacap terkait dugaan penerimaan alias fee proyek di lingkungan Pemkab Cilacap. KPK belum merinci kasus ini, namun, KPK memastikan dalam OTT tersebut telah menyita peralatan bukti uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak nan ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), termasuk Bupati Cilacap nan merupakan kepala wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Tercatat sembilan kali OTT digelar selama 2026. OTT pertama menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026. Penangkapan ini mengenai dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
OTT kedua, 19 Januari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan penangkapan terhadap Wali Kota Madiun Maidi.
Lembaga antirasuah pada 20 Januari 2026, mengumumkan Maidi sebagai salah satu tersangka dugaan korupsi dalam corak pemerasan dengan modus hadiah proyek dan biaya CSR serta penerimaan lainnya alias gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.
Pada 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT ketiga dan menangkap Bupati Pati Sudewo. Pada 20 Januari 2026, KPK mengumumkan Sudewo sebagai salah satu tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian kedudukan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
OTT keempat, pada 4 Februari 2026, ialah di lingkungan KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penangkapan mengenai proses restitusi pajak di lingkungan KPP tersebut.
Pada 4 Februari 2026, KPK mengumumkan OTT kelima mengenai importasi peralatan KW alias tiruan. Salah satu nan ditangkap adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal, nan sedang menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
OTT keenam diungkap pada 5 Februari 2026, ialah mengenai dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi pada lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. KPK menetapkan Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, hingga Direktur Utama PT Karabha Digdaya nan merupakan anak perusahaan Kemenkeu sebagai tersangka.
OTT ketujuh, diumumkan pada 3 Maret 2026, alias saat bulan Ramadan. KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus dugaan korupsi mengenai pengadaan jasa outsourcing alias tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
OTT kedelapan, alias tetap di bulan Ramadan. KPK pada 10 Maret 2026, mengumumkan menangkap dan kemudian menetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari sebagai salah satu tersangka dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu, tahun anggaran 2025-2026.
(antara/bac)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·