Jakarta, CNN Indonesia --
Pelayanan pendidikan di madrasah tidak hanya bertumpu pada peran guru, tetapi juga melibatkan tenaga kependidikan seperti pustakawan dan laboran.
Untuk mendukung penerapan Kurikulum Deep Learning dan pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) menyusun program training unik bagi kedua pekerjaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut syarat dan langkah daftar training pustakawan dan laboran Madrasah Kemenag nan perlu diketahui.
Di era digital, peran pustakawan dan laboran menjadi semakin krusial dalam mengelola sumber belajar nan kontekstual dan kredibel.
Dengan training nan relevan dan terstruktur, diharapkan pustakawan dan laboran bisa berkontribusi maksimal dalam proses pembelajaran.
Tujuan training pustakawan dan laboran Madrasah
Pelatihan ini disusun sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu tenaga kependidikan. Tujuannya antara lain:
- Meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan pedagogis pustakawan dan laboran.
- Memberikan pedoman sistematis bagi penyelenggara pelatihan.
- Mendukung penerapan Kurikulum Deep Learning di lingkungan madrasah.
- Mendorong kerjasama antar pemangku kepentingan di satuan pendidikan.
- Menjadi rujukan dalam perencanaan pengembangan kapabilitas berkelanjutan.
Syarat peserta pelatihan
Untuk mengikuti training ini, peserta kudu memenuhi sejumlah persyaratan sebagai berikut:
- Minimal lulusan D-III alias S-1
- Namanya tercantum di sistem info seperti EMIS GTK
- Bertugas di perpustakaan alias laboratorium madrasah, dibuktikan dengan surat tugas
- Memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun dan skill sesuai bidang
Cara pendaftaran pelatihan
Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan ketentuan sebagai berikut.
- Akses tautan: https://bit.ly/Pelatihan_Tendik2025
- Unggah arsip pendukung saat mengisi formulir
- Pantau info resmi dari Direktorat GTK Madrasah untuk perkembangan lebih lanjut
- Seleksi dilakukan oleh penyelenggara dan hasil diumumkan melalui kanal resmi Kemenag.
Ruang lingkup materi pelatihan
Pelatihan diselenggarakan secara daring dan interaktif dengan melalui Zoom dan LMS serta terbagi dalam 4 sesi per batch (1 sesi/minggu, 3-4 jam per sesi).
Metode training menggunakan ceramah, demonstrasi, praktik virtual, obrolan golongan kecil, dan tanya jawab. Sementara, materi disusun sesuai kebutuhan masing-masing profesi, sebagai berikut.
Untuk pustakawan
- Dasar pengelolaan perpustakaan madrasah.
- Pengembangan dan pengolahan koleksi pustaka.
- Literasi dan jasa perpustakaan berbasis teknologi.
- Pemanfaatan teknologi info dalam jasa perpustakaan.
Untuk laboran
- Kompetensi sosial dan manajemen laboratorium.
- Teknik penggunaan dan perawatan bahan laboratorium.
- Tata kelola perangkat dan akomodasi laboratorium.
- Kesehatan, keselamatan kerja, dan pengelolaan limbah.
Itulah syarat dan langkah daftar training pustakawan dan laboran Madrasah Kemenag nan bisa diketahui. Semoga bermanfaat!
(gas/fef)
[Gambas:Video CNN]
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·