Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi menyebut sebanyak 20 penunggu telah dirujuk ke rumah sakit imbas kebakaran di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pagi.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan puluhan penunggu itu dirujuk oleh petugas kesehatan lantaran mengalami sesak nafas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait kondisi kesehatan, terdapat beberapa penunggu nan mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit," ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/4).
Ia menjelaskan mereka dibawa RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk dan RS Tarakan Jakarta Barat. Kendati demikian, Twedi memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Di sisi lain, Twedi mengatakan api berasal dari panel listrik di area basement hingga sempat memicu kepulan asap nan merambat hingga ke lantai atas.
"Kami menerima info awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement. Api tersebut dapat segera dipadamkan," ujarnya.
Ia menyebut meskipun sudah padam, namun asap akibat kebakaran itu sudah terlanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel. Sehingga merambat ke ruangan di lantai-lantai atas dan unit-unit jelasnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan tidak ada api nan langsung menjalar ke unit kediaman warga. Menurutnya info nan beredar di media sosial soal unit terbakar merupakan hoaks.
"Di media sosial beredar foto nan menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan, tidak ada satu pun unit nan terdampak langsung oleh api," jelasnya.
Kendati demikian, Twedi menyebut asap akibat kebakaran memang menyebar hingga ke lantai atas gedung nan mempunyai 35 lantai tersebut.
Lebih lanjut, dia mengatakan petugas saat ini tetap menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Fokus utama petugas disebut tetap pada proses pemindahan penghuni.
"Terkait penyebab kebakaran, saat ini tetap dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi," pungkasnya.
(fra/tfq/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·