slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

7 Keutamaan Bulan Rajab Untuk Meraih Pahala Dan Keberkahan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan nan mempunyai kedudukan spesial dalam kalender Hijriah. Bulan ini sangat dimuliakan oleh Allah Swt dan sejak dulu mendapat perhatian unik dalam aliran Islam.

Keutamaan bulan Rajab telah disebutkan dalam banyak riwayat nan menjelaskan keistimewaannya dibandingkan bulan-bulan lain. Pada bulan ini, Allah membuka pintu rahmat, ampunan, dan penerimaan tobat secara luas bagi hamba-hamba-Nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan Rajab dipandang sebagai momentum spiritual nan sarat dengan nilai ibadah, tobat, serta pendekatan diri kepada Allah. Banyak ustadz menegaskan bahwa Rajab adalah waktu nan tepat untuk memperbaiki kebaikan dan membersihkan hati dari dosa.

Dilansir dari NU Online dan Baznas, berikut keistimewaan bulan Rajab nan perlu dipahami umat Islam.

1. Pahala nan bakal dilipatgandakan

Salah satu keistimewaan bulan Rajab adalah dilipatgandakannya pahala bagi setiap kebaikan kebaikan nan dilakukan.

Rajab termasuk bulan haram, maka ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, sholat sunnah, zikir, dan membaca Al Quran mempunyai nilai pahala nan lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Keutamaan ini mendorong umat Islam untuk lebih produktif dalam beribadah. Puasa sunnah di bulan Rajab secara unik disebutkan mempunyai keistimewaan besar, sebagaimana diriwayatkan dari sahabat Anas:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ نَهْرًا يُقَالُ لَهُ رَجَبَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبَ يَوْمًا وَاحِدًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهْرِ

Artinya: Sesungguhnya ada satu sungai di surga berjulukan Rajab. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah bakal memberikan aliran dari sungai tersebut. (HR. Imam Baihaqi).

Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah puasa di bulan Rajab mempunyai jawaban nan spesial di sisi Allah Swt.

2. Keistimewaan di Surga

Keutamaan bulan Rajab juga berangkaian dengan janji keistimewaan di surga bagi orang-orang nan menghidupkan ibadah pada bulan ini.

Keistimewaan tersebut dijelaskan dalam sabda nan diriwayatkan dari sahabat Abu Ali bin Husain bahwa Nabi Muhammad berkata:

مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ رَجَبَ وَصَامَ يَوْمَهَا أَطْعَمَهُ اللهُ مِنْ ثِمَارِ الجَنَّةِ وَكَسَاهُ مِنْ خُضْرِ الجَنَّةِ وَسَقَاهُ مِنَ الرَّحِيْقِ المَخْتُوْمِ

Artinya: Barang siapa menghidupkan malam bulan Rajab, berpuasa di siang hari bulan tersebut, maka Allah bakal memberikan makanan berupa buah-buahan surga, memberikan busana hijau di surga, dan memberikan wewangian nan sempurna. (HR. Imam ibn al-Jauzi).

Hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malam Rajab dengan ibadah.

3. Bulan untuk memohon pembebasan dan berkah

Keutamaan bulan Rajab juga terletak pada besarnya kesempatan untuk memohon pembebasan dan keberkahan. Banyak ustadz menyebut Rajab sebagai bulan istigfar, ialah bulan untuk memperbanyak tobat dan memohon pemaafan atas dosa-dosa nan telah lalu.

Allah Swt Maha Pengampun dan selalu membuka pintu tobat bagi hamba-Nya. Oleh lantaran itu, Rajab menjadi momentum nan tepat untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah Swt.

Selain memohon ampunan, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon keberkahan hidup, baik dalam urusan bumi maupun akhirat.

4. Bulan haram nan dimuliakan Allah Swt

Keutamaan bulan Rajab tidak dapat dilepaskan dari statusnya sebagai salah satu bulan haram (asyhur al-hurum), berbareng Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam.

Allah Swt menegaskan kemuliaan bulan Rajab, sebagaimana dalam firman-Nya pada Al Quran surat (QS) At-Taubah ayat 36 berikut ini:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhul Mahfudz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) kepercayaan nan lurus, maka janganlah Anda menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi Anda semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berbareng orang-orang nan bertakwa".

Penamaan bulan haram berarti bahwa pada bulan tersebut diharamkan beragam corak pembunuhan. Hal ini apalagi telah diyakini oleh orang-orang Jahiliyyah sebelum Islam datang.

Setelah Islam diturunkan, kemuliaan bulan Rajab semakin ditegakkan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk menjauhi dosa dan memperbanyak kebaikan saleh.

Sebagaimana dikisahkan Ibnu Abbas:

"Allah Swt mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dan dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya bakal lebih besar, dan ibadah sholeh nan dilakukan bakal menuai pahala nan lebih banyak."

Keutamaan bulan Rajab juga menjadikannya sebagai bulan persiapan menuju Ramadhan.

Rasulullah Saw bersabda:

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."

Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Rajab merupakan awal dari proses pembinaan spiritual sebelum memasuki Ramadhan.

Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk mulai meningkatkan ibadah seperti puasa sunnah, membaca Al Quran, serta memperbanyak angan dan istighfar agar siap menghadapi Ramadhan dengan penuh khusyuk.

6. Peristiwa Isra Mikraj nan bersejarah

Salah satu keistimewaan bulan Rajab nan paling dikenal adalah terjadinya peristiwa Isra Mikraj. Dalam peristiwa ini, Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat lima waktu langsung dari Allah Swt.

Peristiwa Isra Mikraj merupakan mukjizat besar nan menjadi bukti kebesaran Allah Swt dan kedudukan mulia Rasulullah Saw. Oleh lantaran itu, bulan Rajab sering dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas shalat dan memperkuat keimanan.

7. Bulan nan ditekankan untuk menjauhi kemaksiatan

Sebagai bulan haram, keistimewaan bulan Rajab juga ditandai dengan penekanan kuat untuk menjauhi kemaksiatan. Dosa nan dilakukan pada bulan ini mempunyai akibat nan lebih besar dibandingkan bulan lainnya.

Hal ini menjadi peringatan agar umat Islam lebih menjaga lisan, perbuatan, dan niat selama bulan Rajab. Sebaliknya, setiap kebaikan kebaikan nan dilakukan pada bulan ini bakal mendapatkan pahala nan berlipat dobel di sisi Allah Swt.

Keutamaan bulan Rajab menunjukkan bahwa bulan ini merupakan salah satu bulan paling mulia dalam Islam.

Dengan memahami keistimewaan bulan Rajab, umat Islam diharapkan dapat memperbanyak ibadah, menjauhi kemaksiatan, serta mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang nan bisa meraih ampunan, keberkahan, dan pahala besar di bulan Rajab.

(gas/juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru