Jakarta, CNN Indonesia --
Hujan deras yang melanda wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dari Selasa (14/4) malam hingga Rabu (15/4) awal hari membikin sejumlah anak sungai Bengawan Solo di wilayah itu meluap.
Imbasnya terjadi banjir nan melanda wilayah kota Surakarta alias Solo hingga Kabupaten Sukoharjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir Solo
DetikJateng melaporkan setidaknya sembilan kelurahan di Solo nan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak tadi malam.
Pemerintah Kota Solo mengungkapkan penyebab banjir akibat luapan Kali Jenes yang merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo.
Berdasarkan laporan kaji sigap hingga Rabu (15/4) pukul 00.02 WIB, air mulai masuk ke pemukiman penduduk di sejumlah kelurahan.
"Yang terdampak ada sejumlah kelurahan, ketinggian bervariasi, salah satunya ada nan setinggi panggul orang dewasa, ada nan 80-120 sentimeter," kata Humas Basarnas Solo, Aditya, Rabu dini hari tadi.
Berdasarkan info Basarnas, kelurahan nan terdampak banjir di antaranya Pajang, Joyosuran, Tipes, Joyontakan, Bumi, Sondakan, Kratonan, dan Panularan. Sejumlah penduduk juga ada nan dievakuasi untuk mengungsi.
"Penyebab lantaran hujan deras di seputaran Solo Raya nan berdurasi lama mengakibatkan banjir genangan di beberapa titik lokasi," ucapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengungkapkan penyebab banjir menggenang di sembilan kelurahan. Salah satunya lantaran tidak ada talud atau tanggul di sepanjang aliran Kali Jenes.
"Ya tetap ada nan di aliran Sungai Jenes ini nan belum bertanggul, belum ada taludnya ini rata-rata semua terkena akibat banjir," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono di Tipes, Serengan, Rabu siang.
Tinggi banjir bervariasi, apalagi ada nan mencapai sekitar 1,5 meter.
"Ya lumayan tinggi ya, semalam ada nan selutut, ada nan sedada. Sudah (surut) nyaris rata-rata sudah. Ini tadinya kan lantaran intensitas air nan tadi malam nan tinggi saja. Ketika ini sudah mulai turun ya ini sudah surut, hanya kan kita antisipasi nan hari-hari berikutnya," ujar dia.
Budi Murtono menyatakan bakal menjalin komunikasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
"Coba ini kita telaah lagi dengan BBWS kira-kira untuk lanjutan penanganan apa, pembangunan taludnya kelak seperti apa," bebernya.
Banjir Sukoharjo
Sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo terdampak banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo lantaran hujan sejak Selasa sore. Banjir menggenangi jalan, dan di sejumlah titik air hingga masuk rumah warga.
Salah satunya di Kecamatan Grogol. Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, mengatakan sejumlah desa nan terdampak ada di Manang, Sanggrahan, Banaran, Cemani, Gedangan, dan Lenganharjo. Banjir terjadi akibat sejumlah anak sungai tidak bisa menampung debit air seperti di Kali Mranggen, Kali Kembang, Saluran Irigasi depan RS dr. Oen, dan Kali Jenes.
"Ketinggian air sampai 30an centimeter, hanya luberan. Kalaupun ada nan mengungsi, ke rumah tetangganya. Kalau kondisi Sungai Bengawan Solo aman, ini luberan dari barat," kata Herdis, Selasa kemarin, dikutip dari detikJateng.
Sekitar pukul 10.53 WIB tadi siang, setidaknya ada 14 desa di empat kecamatan Kabuapten Sukoharjo yang terdampak banjir. Empat kecamatan itu adalah Grogol, Baki, Gatak, dan Kartasura. Sebagian penduduk terpaksa mengungsi.
Dari info BPBD Kabupaten Sukoharjo untuk Kecamatan Grogol nan terdampak banjir ialah Desa Manang, Lenganharjo, Madegondo, Sanggrahan, Kwarasan, Gadingan, Cemani, dan Banaran. Di Kecamatan Baki, nan terdampak banjir ialah Desa Gentan, Baki Pandeyan, Manuran, dan Jetis.
Di Kecamatan Gatak, banjir terjadi di Desa Blimbing, Gatak, Klaseman, Kagokan, Sanggung, Luwang, Mayang. Di Kecamatan Kartasura, banjir terjadi di Desa Jatis.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras nan terjadi selama 10 jam, ialah dari pukul 18.00-04.00 WIB.
"Rumah penduduk tergenang banjir di 14 desa. Sekolah nan tergenang banjir berada di Kecamatan Grogol dan Baki," kata Ariyanto kepada awak media, Rabu siang tadi.
Akibat banjir ini, kondisi arus lampau lintas di Jalan Ir Soekarno dari arah Sukoharjo menuju ke Solo macet parah. Kemacetan parah salah satunya terjadi di area niaga Solo Baru, hingga membikin banyak pekerja terlambat.
Selain itu, sejumlah sekolah diliburkan imbas banjir tersebut.
Bengawan Solo siaga merah
Pada siang tadi Debit air Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan signifikan hingga berstatus siaga merah sekitar pukul 13.42 WIB. Dari pantauan di Tinggi Muka Air (TMA), ketinggian permukaan sungai mencapai 85,13 mdpl.
Petugas jaga rumah pompa Jebres 3, Robertus Sugeng Sarwono, mengungkapkan bahwa kenaikan status dari Siaga Kuning ke Siaga Merah terjadi cukup signifikan sejak
Menurut Robertus, kondisi Siaga Merah tersebut memperkuat cukup lama hingga siang hari.
"Sampai jam 13.00 WIB (Siaga Merah). Tapi ini sekarang sudah mulai ada penurunan, sudah mulai surut sedikit," lanjutnya di letak dikutip dari detikJateng.
Kenaikan drastis volume air di sungai terpanjang di Pulau Jawa ini disebabkan oleh kombinasi aspek cuaca ekstrem. Selain curah hujan tinggi di wilayah Solo Raya sejak semalam, kiriman air dari anak sungai di wilayah hulu juga memperparah keadaan.
Sementara itu, Relawan Tim Gorong-Gorong Solo, Joko Widodo namalain Bang Toyib, menuturkan bahwa penurunan debit air mulai terasa sejak pukul 11.00 WIB.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·