CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Kondisi junub saat memasuki waktu Subuh sering kali menimbulkan pertanyaan, apakah boleh belum mandi wajib tetap menjalankan puasa Ramadhan. (iStockphoto/BitsAndSplits)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kondisi junub saat memasuki waktu Subuh sering kali menimbulkan pertanyaan, terutama bagi suami istri nan berasosiasi badan di malam hari lampau tertidur hingga pagi dan belum sempat mandi wajib.
Situasi seperti ini kerap membikin seseorang ragu, apakah boleh belum mandi wajib tetap menjalankan puasa Ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keraguan tersebut sebenarnya telah dijelaskan secara jelas dalam sabda shahih. Rasulullah SAW diriwayatkan pernah berpagi hari dalam keadaan junub lantaran berasosiasi suami istri, kemudian beliau mandi dan tetap melanjutkan puasanya.
عن عائشة وأم سلمة رضي الله عنهما "أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ ثُمَّ يَغْتَسِلُ ويَصُومُ" متفق عليه وزاد مسلم في حديث أم سلمة "وَلَا يَقْضِي
Artinya: Dari Aisyah ra dan Ummu Salamah ra, Nabi Muhammad saw pernah berpagi hari dalam kondisi junub lantaran jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa (HR Muttafaq Alaih). Imam Muslim dalam riwayat dari Ummu Salamah ra menyebutkan, "Rasulullah saw tidak mengaqadha."
Berdasarkan sabda di atas, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak mengqadha puasa tersebut, nan menunjukkan bahwa puasa dalam kondisi ini tetap sah dan tidak berkurang sedikit pun perhitungannya.
Lebih lanjut, Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menerangkan bahwa dari riwayat tersebut dapat dipahami kebolehan menunda mandi junub hingga setelah terbit fajar.
Artinya, kondisi junub nan tetap ada saat masuk waktu Subuh tidak memengaruhi keabsahan puasa nan sedang dijalankan.
Meski demikian, para ustadz tetap menekankan bahwa menyegerakan mandi wajib sebelum Subuh merupakan perihal nan lebih utama. Hal ini berangkaian dengan tanggungjawab menjalankan shalat dalam keadaan suci dari hadas besar.
Dengan kata lain, penundaan mandi junub diperbolehkan dalam konteks puasa, tetapi tidak untuk mengabaikan tanggungjawab shalat.
Kondisi nan mengharuskan mandi junub
Selain hubungan suami istri, dalam kajian fikih terdapat beberapa kondisi lain nan mengharuskan seseorang melakukan mandi junub.
Ketentuan ini krusial dipahami agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan benar, sekaligus membedakan antara tanggungjawab bersuci dan keabsahan puasa Ramadhan.
Melansir penjelasan dalam kitab 125 Masalah Thaharah karya Muhammad Anis Sumaji, salah satu kondisi nan mewajibkan mandi junub adalah keluarnya mani, baik dalam keadaan terjaga maupun saat tidur.
Kondisi lainnya adalah berakhirnya masa menstruasi dan nifas bagi perempuan. Kewajiban mandi ini baru dilakukan setelah darah menstruasi alias nifas betul-betul berhenti.
Setelah mandi junub, barulah seorang wanita diperbolehkan kembali melaksanakan ibadah seperti shalat dan puasa.
Demikian jawaban dari pertanyaan apa boleh belum mandi wajib puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.
(fef)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·