CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 08:07 WIB
Ilustrasi. Mendekati bulan suci Ramadhan, orang mulai mencari tahu apakah awal Ramadhan pemerintah dan Muhammadiyah berbeda tahun 2026 ini. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bulan Syaban telah tiba. Artinya bulan Ramadhan 1447 H/2026 tinggal menghitung hari. Mendekati bulan suci Ramadhan, orang mulai mencari tahu apakah awal Ramadhan pemerintah dan Muhammadiyah berbeda tahun ini?
Bagi umat Islam, Ramadhan merupakan momen nan paling dinantikan. Di bulan Ramadhan, umat Muslim wajib menunaikan ibadah puasa dan dianjurkan memperbanyak ibadah hingga tiba hari kemenangan Idul Fitri nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perintah puasa ini tertuang jelas dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: "Wahai orang-orang nan beriman, diwajibkan atas Anda berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum Anda agar Anda bertakwa."
Lantaran semakin dekatnya bulan suci Ramadhan, masyarakat bumi tak terkecuali di Indonesia sudah menantikan penetapan awal Ramadhan 1447 H.
Awal Ramadhan Muhammadiyah
Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan sering terjadi perbedaan antara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Pasalnya, metode penetapan awal Ramadhan jenis keduanya berbeda.
Pemerintah menentukan awal puasa Ramadhan melalui metode rukyatul hilal, ialah pengamatan langsung bulansabit alias bulan sabit.
Sementara Muhammadiyah condong menggunakan metode hisab asasi wujudul hilal, ialah kalkulasi astronomis untuk menentukan posisi hilal.
Melansir laman resmi Muhammadiyah, PP Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Keputusan ini ditetapkan berasas hasil hisab asasi Majelis Tarjih dan Tajdid nan berpatokan pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Hal ini memberikan kepastian bagi umat Islam, khususnya penduduk Muhammadiyah, untuk memulai ibadah puasa.
Awal Ramadhan pemerintah
Lantas nan jadi pertanyaan selanjutnya, apakah awal Ramadhan Pemerintah dan Muhammadiyah berbeda?
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) biasanya menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat nan digelar pada akhir bulan Syaban.
Namun, perkiraan tanggalnya sudah tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026.
Berdasarkan almanak tersebut, 1 Ramadhan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Jika dihitung mundur dengan referensi per tanggal 19 Januari 2026, maka puasa Ramadhan jenis pemerintah tinggal 31 hari lagi.
Hal ini juga dijelaskan oleh Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin. Ia memperkirakan bakal terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah alias puasa 2026.
Thomas menjelaskan, pada saat maghrib 17 Februari 2026, posisi bulansabit di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS nan digunakan pemerintah, ialah tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Karena itu, menurut kriteria tersebut, 1 Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.
"Secara astronomi pada maghrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi bulansabit belum memenuhi kriteria MABIMS. Kriteria nan digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, sehingga awal 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026," ujar Thomas dalam video di kanal YouTube-nya, Sabtu (20/12).
Namun, dia menambahkan, sebagian ormas Islam menggunakan kriteria Turki nan mensyaratkan tinggi bulansabit minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat.
Berdasarkan kriteria tersebut, posisi bulansabit di wilayah Amerika, khususnya Alaska, sudah memenuhi syarat pada 17 Februari 2026, sehingga awal Ramadan ditetapkan pada 18 Februari 2026.
"Ada potensi perbedaan awal Ramadan, ada nan 19 Februari, dan ada nan 18 Februari," kata Thomas.
Hingga kini, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Untuk itu, umat Islam diimbau untuk menanti keputusan hasil sidang Isbat nan digelar mendatang.
(pua/fef)
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·