CNN Indonesia
Selasa, 28 Apr 2026 20:15 WIB
Ilustrasi. Selain menyoal garam, banyak juga orang nan bertanya-tanya apakah ikan asin mengandung kolesterol. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ikan asin jadi salah satu makanan terkenal di Indonesia. Tapi, tak sedikit juga orang nan cemas bakal beragam kandungan nan ada di dalamnya.
Selain menyoal garam, banyak juga orang nan bertanya-tanya soal apakah ikan asin mengandung kolesterol?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikan asin sendiri pada dasarnya adalah ikan nan diawetkan dengan menggunakan garam.
Menukil laman CFE Seafoods, proses ini terjadi melalui osmosis. Pengawetan dilakukan dengan mengurangi kadar air dan meningkatkan konsentrasi garam di dalamnya untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Hasilnya, ikan nan kriuk dan asin gurih.
Di Indonesia, ikan asin dibuat dengan menggunakan bahan baku beragam jenis ikan. Misalnya saja, peda nan umumnya menggunakan bahan baku ikan kembung. Ada juga ikan asin teri nan menggunakan ikan teri nasi alias jengki.
Di area Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa, ikan manyung juga kerap diasinkan dan menjadi jenis ikan asin jambal roti. Ikan asin nan dikenal premium lantaran daging nan tebal dan tekstur nan empuk.
Apakah ikan asin mengandung kolesterol?
Kolesterol sendiri pada dasarnya merupakan salah satu jenis lemak nan dibutuhkan tubuh. Hanya saja, dalam kadar berlebih, kolesterol bisa memicu masalah kesehatan. Tak heran jika banyak orang menghindari asupan kolesterol berlebihan.
Lantas, apakah ikan asin mengandung kolesterol?
Pada dasarnya, mengutip Healthline, nyaris setiap jenis ikan mengandung kolesterol, namun dalam jumlah berbeda. Kolesterol utamanya terkandung pada jenis ikan laut.
Ikan kembung nan sering dijadikan bahan peda, misalnya, umumnya mengandung sekitar 33-55 miligram (mg) kolesterol per 100 gram (g) dalam kondisi segar. Sementara ikan teri umumnya mengandung 60 mg kolesterol per 100 g.
Lalu, kandungan kolesterol pada ikan manyung tercatat sebesar 37-49 mg per 100 g. Kesemua contoh bahan baku ikan asin ini umumnya mengandung kolesterol di bawah pemisah maksimal asupan harian sebesar 300 mg.
Kendati demikian, ada perihal lain nan perlu diperhatikan dari ikan asin, ialah kandungan garam nan ada di dalamnya. Meski kadar kolesterol terbilang aman, kandungan garam tak boleh disepelekan.
Ikan asin jelas mengandung kadar natrium nan tinggi. Menukil studi dalam International Journal Prima Husada Health 2024, asupan natrium berlebih berangkaian erat dengan peningkatan kadar kolesterol.
Hubungannya ada pada pengaruh natrium terhadap perburukan kondisi jantung dan pembuluh darah, nan erat dengan peningkatan kadar kolesterol jahat.
Studi meneliti 30 subjek nan mengonsumsi ikan asin dan nan tidak. Kelompok nan menyantap ikan asin mempunyai rata-rata kadar kolesterol maksimum sebesar 411,13 mg/dL. Sedangkan responden nan jarang mengonsumsi ikan asin mempunyai rata-rata kadar kolesterol sebesar 213,8 mg/dL. Orang dewasa sendiri mempunyai pemisah kolesterol normal di bawah 200 mg/dL.
Studi menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin juga dapat memicu peningkatan kolesterol dalam darah. Hal ini tentu berjuntai pada jenis ikan asin, gelombang konsumsi, dan tingkat asupan kolesterol dari sumber makanan lain.
Demikian penjelasan mengenai apakah ikan asin mengandung kolesterol. Pola makan nan baik umumnya adalah sesuatu nan tidak berlebihan. Tak masalah jika Anda mau menikmati sepotong ikan asin sesekali, tapi jangan berlebihan.
(asr)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·