CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 10:00 WIB
Ilustrasi. Sholat Jumat hukumnya wajib bagi laki-laki muslim balig dan tidak mempunyai halangan. Namun, apakah sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Dzuhur? (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sholat Jumat merupakan ibadah nan wajib dilaksanakan laki-laki muslim secara berjamaah pada Jumat siang.
Dalam aliran Islam, sholat Jumat mempunyai kedudukan krusial lantaran hukumnya wajib bagi laki-laki muslim nan sudah balig dan tidak mempunyai halangan. Lantas, apakah sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Dzuhur?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi tertentu nan dibenarkan secara syariat, sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Dzuhur empat rakaat.
Namun menggantinya dengan sholat Dzuhur tidak boleh dilakukan sembarangan. Hanya orang nan mempunyai uzur syar'i alias argumen nan dibenarkan kepercayaan nan diperbolehkan tidak menghadiri sholat Jumat dan kemudian menggantinya dengan sholat Dzuhur.
Dalam beragam pandangan ulama, termasuk rujukan dari lembaga seperti Majelis Ulama Indonesia, kondisi tertentu memang memberikan keringanan bagi umat Islam.
Prinsipnya adalah menjaga keselamatan dan kemaslahatan, tanpa meninggalkan tanggungjawab ibadah.
Kondisi nan memperbolehkan mengganti sholat Jumat
Berikut beberapa keadaan nan membikin seseorang boleh tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Dzuhur.
1. Sakit alias kondisi kesehatan serius
Orang nan sedang sakit berat alias mempunyai kondisi medis tertentu nan membuatnya susah datang ke masjid diperbolehkan mengganti dengan sholat Dzuhur di rumah.
2. Musafir alias sedang dalam perjalanan jauh
Seseorang nan berjalan jauh dan memenuhi syarat sebagai musafir tidak diwajibkan sholat Jumat.
3. Keadaan darurat alias membahayakan keselamatan
Misalnya musibah alam, pandemi penyakit berbahaya, alias situasi nan menimbulkan ancaman keselamatan.
4. Perempuan
Dalam norma Islam, wanita tidak diwajibkan melaksanakan sholat Jumat. Jika tidak pergi ke masjid, mereka cukup menunaikan sholat Dzuhur.
5. Datang terlambat (masbuk)
Jika seseorang tidak sempat mengikuti minimal satu rakaat berbareng pemimpin dalam sholat Jumat, maka dia kudu menggantinya dengan sholat Dzuhur empat rakaat.
Mengapa sholat Jumat tidak bisa diganti sembarangan?
Salat Jumat mempunyai kedudukan unik lantaran termasuk ibadah wajib alias fardhu 'ain bagi laki-laki muslim nan memenuhi syarat. Artinya, tanggungjawab tersebut melekat pada perseorangan dan tidak boleh ditinggalkan tanpa argumen nan jelas.
Selain itu, sholat Jumat juga mempunyai unsur krusial nan tidak ada pada sholat Dzuhur biasa, seperti khutbah Jumat dan penyelenggaraan secara berjamaah di masjid.
Karena itu, para ustadz menekankan bahwa mengganti sholat Jumat hanya boleh dilakukan jika memang ada uzur nan sah.
Misalnya dalam beberapa situasi tertentu, seperti saat terjadi pandemi alias keadaan darurat nasional, para ustadz dan lembaga keagamaan dapat mengeluarkan fatwa nan membolehkan umat Islam melaksanakan sholat Dzuhur di rumah sebagai pengganti sholat Jumat.
Tujuannya adalah menjaga keselamatan masyarakat sekaligus tetap menjalankan tanggungjawab ibadah sesuai kemampuan.
Di sisi lain, jika seseorang sebenarnya bisa datang ke masjid sholat sengaja tidak menghadiri sholat Jumat tanpa argumen syar'i, maka dia dianggap meninggalkan tanggungjawab nan krusial dalam aliran Islam.
Dengan memahami penjelasan tersebut, umat Islam dapat lebih bijak dalam menjalankan ibadah sesuai kondisi masing-masing.
Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah sholat Jumat bisa diganti dengan sholat Dzuhur adalah bisa, tetapi hanya dalam keadaan tertentu nan dibenarkan oleh syariat, seperti sakit, perjalanan jauh, alias situasi darurat.
Selain dari kondisi mendesak tersebut, laki-laki muslim tidak diperbolehkan meninggalkan sholat Jumat alias menggantinya dengan sholat Dzuhur.
(asp/fef)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·