slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bacaan Adzan Subuh, Arti, Dan Jawabannya

Sedang Trending 10 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Adzan Subuh merupakan seruan alias panggilan sholat fardu Subuh di awal waktu fajar. Terdapat perbedaan referensi antara adzan di waktu Subuh dengan adzan untuk sholat fardu lainnya.

Adzan Subuh dikumandangkan sebanyak dua kali. Pada adzan pertama tidak dibacakan "ash-shalaatu khairun minan naum," dan hanya dibacakan pada adzan kedua oleh muadzin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman NU Online, ketentuan wajib mengenai perintah adzan ini telah dijelaskan dalam sabda riwayat berikut:

الْأَذَانُ وَالْإِقَامَةُ سُنَّةٌ، وَقِيلَ فَرْضُ كِفَايَةٍ، وَإِنَّمَا يُشْرَعَانِ لِمَكْتُوبَةٍ، وَيُقَالُ فِي الْعِيدِ وَنَحْوِهِ: الصَّلَاةَ جَامِعَةً

Artinya: "Azan dan iqamah adalah sunnah. Ada ustadz nan mengatakan, fardhu kifayah. Keduanya disyariatkan untuk shalat wajib lima waktu. Ada ustadz nan mengatakan, keduanya bertindak pada shalat Id dan semisalnya, 'As-Shalātu jāmi'ah,'" (Imam An-Nawawi, Minhajut Thalibin).


Bacaan adzan Subuh dan artinya

Berikut referensi komplit adzan Subuh dan artinya nan dirangkum dari kitab Fasholatan Lengkap Tuntunan Sholat Lengkap (2014).

(٢x)اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

(٢x) اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Arab-latin:

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah (2x)
Ash-shalaatu khairum minan-nauum (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)

Artinya:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Sholat itu lebih baik dari pada tidur
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah


Jawaban saat mendengar adzan Subuh

Disunnahkan bagi umat Muslim nan mendengar seruan adzan Subuh untuk menjawabnya.

Dirangkum dari Buku Pintar Shalat, M. Khalilurrahman Al Mahfani, (2008:41), jawaban kita saat mendengar adzan tetap sama seperti nan diucapkan muadzin, selain pada lafadz tertentu dan pada saat adzan Subuh. Berikut jawaban saat mendengar adzan.

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ

Hayya 'alash shalaah

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ

Hayya 'alal falaah


Maka jawabannya:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah

Arinya: "Tidak ada daya upaya dan kekuatan, selain dengan pertolongan Allah."

Pada saat adzan Subuh, ketika muadzin membaca lafal:

الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ.

Ash-shalaatu khairum minan nauum (2x)

Artinya: "Salat itu lebih baik daripada tidur."

Maka jawabannya:

صَدَّقْتَ وَبَرَرْتَ وَأَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ.

Shadaqta wa bararta wa anaa 'alaa dzaalika minasy-syaahidiin.

Artinya: "Benar dan baguslah ucapanmu itu, dan saya atas nan demikian termasuk orang-orang nan menyaksikan."


Doa setelah adzan

Berikut adalah angan setelah adzan nan bisa dibacakan umat Muslim.

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ الثَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ القَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدَ الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُودَنِ الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الميعاد (رواه البخاري عن جابر )

Allaahumma rabbahaadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa'imah, aati sayyidanaa muhammadanil wasiilata wal fadliilah, wasysyarafa wad darajatal 'aaliyatar rafii'ah, wab 'asthul maqaamam mahmuudanil ladzii wa'attah, innaka laa tukhliful mii'aadd.

Artinya: "Wahai Tuhanku, Tuhan nan mempunyai seruan nan sempurna ini dan shalat nan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad perantaraan (wasilah), keistimewaan kemuliaan dan pangkat (derajat) nan tinggi dan tempatkanlah dia di tempat terpuji nan telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji." (HR. Bukhari dari Jabir).

Sedangkan muadzin disunahkan untuk melirihkan referensi angan dan shalawatnya, sebagaimana perihal itu ada dalam ketentuan berikut:

ويقول المؤذن الصلاة على النبي - صلى الله عليه وسلم - والدعاء بصوت أخفض من الأذان ومنفصل عنه، حتى لا يتوهم أنها من ألفاظ الأذان.

Artinya: "Muadzin membaca shalawat dan angan dengan bunyi nan lebih lirih dari bunyi ketika adzan serta terpisah setelah adzan. Sehingga orang-orang tidak mengira bahwa angan dan shalawat nan dibaca tersebut bagian dari lafaz adzan," (Lihat Mustafa Al-Khin dan Musthafa Al-Bugha, Al-Fiqhul Manhaji ala Madzhabil Imamis Syafii, [Damaskus: Darul Qalam, 1992] laman 119). Wallahu a'lam.

Demikian bunyi adzan Subuh nan dilengkapi dengan langkah menjawabnya nan bisa dibaca umat Muslim.

(avd/fef)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru