CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Ibadah haji tak bakal dianggap sah jika tidak diawali dengan referensi niat. (REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANY)
Jakarta, CNN Indonesia --
Momen haji 2026 sudah di depan mata. Ribuan orang dari penjuru dunia, termasuk Indonesia, tengah bersiap untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
Ibadah haji sendiri merupakan salah satu rukun Islam nan wajib dilaksanakan umat Muslim nan berkemampuan, baik secara bentuk dan finansial. Namun, ibadah haji tak bakal dianggap sah jika tidak diawali dengan referensi niat.
Untuk itu, setiap umat Muslim wajib mengetahui referensi niat haji dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan niat haji dibacakan?
Ada waktu-waktu tertentu nan dianjurkan untuk membacakan niat. Selain waktu, tempat juga jadi salah satu perihal nan perlu diperhatikan.
Waktu dan tempat untuk membaca niat haji dikenal dengan istilah miqat. Miqat zamani merujuk pada batas waktu, sementara miqat makani merujuk pada batas tempat.
Mengutip beragam sumber, miqat zamani biasanya dimulai sejak awal bulan Syawal hingga mentari terbit pada 10 Zulhijah. Artinya, calon jemaah haji sekarang tetap punya waktu untuk membacakan niat haji hingga maksimal pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Selain waktu, tempat miqat juga perlu diperhatikan. Ada beberapa letak nan ditentukan dalam miqat makani. Lokasi nan dipilih tergantung pada rute pemberangkatan jemaah haji dari negara asal menuju Arab Saudi.
Jika jemaah mengikuti penerbangan langsung menuju Jeddah, Arab Saudi, maka titik miqat berada di pondok embarkasi negara masing-masing dan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Selain itu, jemaah nan langsung terbang ke Jeddah juga bisa membacakan niat di dalam pesawat saat berada di Yamlamlam. Biasanya, pramugari bakal menginformasikan bahwa pesawat telah berada di atas Yamlamlam.
Sementara itu, titik miqat bagi jemaah nan datang dari arah Madinah ke Makkah berada di Masjid Bir Ali (Dzul Hulaifah).
Bacaan niat ihram haji
Ilustrasi. Ibadah haji dianggap tidak sah jika tidak diawali dengan niat berihram. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Sama seperti ibadah lainnya dalam Islam, haji juga perlu dimulai dengan referensi niat.
Mengutip laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut referensi niat haji:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ
Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala labbaika Allahuma hajjan.
Artinya:
"Aku niat melaksanakan haji dan berihram lantaran Allah SWT. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji."
Dengan membaca niat haji, jemaah secara otomatis memasuki kondisi ihram. Dengan begitu, jemaah juga perlu mengikuti beberapa patokan berihram.
Dalam kondisi ihram, jemaah dilarang untuk melakukan beberapa hal. Di antaranya:
- menggunakan pewangi berupa minyak wangi alias produk apapun nan mengandung pewangi, termasuk sunscreen dan lip balm;
- mencukur rambut (kecuali saat tahallul) alias memotong kuku;
- bercabul alias hal-hal lain nan melibatkan syahwat;
- mengenakan topi, peci, alias penutup kepala lainnya bagi jemaah pria;
- mengenakan cadar bagi jemaah wanita;
- mengenakan sarung tangan.
Larangan-larangan ini muncul untuk mengendalikan hawa nafsu serta meningkatkan rasa kesetaraan antar-jemaah. Di Tanah Suci, semua jemaah sama tanpa mempertimbangkan status sosial.
Pakaian ihram nan serba putih juga mengingatkan umat Muslim pada kesederhanaan.
Larangan lainnya seperti memakai wewangian juga menjadi langkah jemaah haji untuk melepaskan hal-hal nan berkarakter duniawi dan lebih konsentrasi beribadah.
(asr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·