Jakarta, CNN Indonesia --
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanggil PT Inti Sinergi Formula untuk melanjutkan pembahasan mengenai bahan bakar bernama Bobibos.
Produk tersebut bakal masuk tahap uji kepantasan untuk menentukan klasifikasinya, apakah tergolong bahan bakar minyak (BBM) alias bahan bakar nabati (BBN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan lanjutan ini terfokus pada pendalaman aspek teknis, termasuk rencana pengetesan laboratorium. Pemerintah disebut menekankan pentingnya standar keselamatan dan kualitas sebelum produk bisa digunakan secara luas.
"Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal pada 14 April lalu, untuk mematangkan rencana pengetesan laboratorium serta memastikan standardisasi dan pengelompokkan produk sebelum dipasarkan alias digunakan secara luas," ujar Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad melansir detik, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Noor bilang pihak developer segera menindaklanjuti proses uji teknis agar posisi Bobibos bisa ditentukan secara jelas.
"Secara detail, teknis pengetesan bakal sepenuhnya dilakukan oleh Lemigas. Kami minta Bobibos proaktif menindaklanjuti langkah-langkah teknis ini agar prosesnya akuntabel," jelas Noor.
Dalam pertemuan pada 14 April 2026, Ditjen Migas menyambut penemuan Bobibos di tengah tekanan krisis daya global. Namun, pemerintah menegaskan setiap produk daya baru tetap kudu melalui tahapan uji nan ketat.
Pengujian oleh Lemigas bakal diawali dengan pengambilan sampel menggunakan standar internasional ASTM D4057 dari tangki penyimpanan. Selanjutnya, rangkaian pengetesan dilakukan untuk memastikan kesesuaian spesifikasi dengan standar nan berlaku.
PT Inti Sinergi Formula menyatakan siap berkoordinasi dengan Lemigas untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam proses pengetesan tersebut.
Sebelumnya, pihak Bobibos telah melakukan identifikasi internal. Hasilnya menunjukkan spesifikasi produk belum memenuhi sejumlah parameter nan disyaratkan, baik untuk kategori BBM maupun BBN.
Pemerintah pada prinsipnya membuka ruang bagi penemuan daya domestik sebagai upaya memperkuat ketahanan daya nasional, terutama di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, seluruh produk tetap wajib memenuhi prosedur dan standar nan ditetapkan.
Rangkaian pengetesan dilakukan di bawah pengawasan ketat sesuai standar operasional. Langkah ini krusial untuk melindungi masyarakat dari akibat kerusakan mesin, sekaligus memberikan kepastian norma jika produk tidak sesuai dengan klaim nan dijanjikan.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
7 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·