Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa arafah adalah puasa nan dilakukan sekali setiap tahun, tepatnya pada 9 Dzulhijjah dalam almanak hijriah. Puasa arafah memiliki keistimewaan dapat menghapus dosa nan telah lalu. Maka, sayang jika muslim melewatkan puasa arafah tahun ini.
Lantas, bolehkah puasa arafah tanpa sahur dan niat? Simak penjelasan lengkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bolehkah puasa arafah tanpa sahur dan niat?
Puasa dalam Islam adalah aktivitas menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal nan membatalkan lainnya, mulai dari terbit mentari hingga terbenam matahari.
Sebelum membahas boleh alias tidak puasa arafah tanpa sahur dan niat, perlu Anda ketahui bahwa sahur dan niat adalah dua perihal nan berbeda.
1. Sahur bukan syarat sah puasa
Sebelum memulai puasa, setiap muslim disunnahkan untuk melaksanakan sahur. Tujuannya agar puasa nan dijalankan dapat lebih maksimal.
Dalam puasa wajib maupun sunnah, makan sahur bukanlah syarat sah puasa sehingga boleh dilakukan dan boleh juga tidak. Namun, lebih dianjurkan untuk makan sahur agar tubuh tidak lemas dan tidak menghalang aktivitas ibadah nan lain.
Selain itu lantaran terdapat keberkahan dalam sahur seperti nan disebutkan dalam sabda berikut. "Bersahurlah kalian lantaran dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi, bagi siapa pun nan tidak sempat sahur lantaran tertidur alias lupa, puasanya tetap sah selama memenuhi syarat lainnya.
2. Niat adalah syarat sah puasa
Berbeda dengan sahur, niat puasa adalah salah satu syarat sah puasa. Artinya andaikan dilewatkan maka puasanya dianggap tidak sah. Dalam puasa wajib, niat kudu dilakukan sebelum mentari terbit, boleh saat makan sahur alias saat malam hari sebelum tidur.
Merujuk kitab Fiqih Empat Madzhab adapun niat dalam puasa sunnah, madzhab hambali menyebut bahwa niat bukanlah syarat sah puasa sehingga andaikan muslim bangun kesiangan lampau beriktikad puasa di pagi hari alias setelah mentari terbit (sebelum waktu dzuhur), maka puasa nan dijalankan tetap sah selama belum melakukan hal-hal nan membatalkan puasa.
Namun demikian, bakal lebih baik jika puasa sunnah diniatkan sebelum terbit fajar.
Menjawab pertanyaan mengenai bolehkah puasa arafah tanpa sahur dan niat? Jawabannya adalah tetap sah dan diperbolehkan jika puasa sunnah arafah meskipun tidak sahur.
Sementara mengenai puasa sunnah arafah tanpa niat di awal, sebagian ustadz memperbolehkan dengan catatan selama niat dilakukan sebelum masuk waktu Zuhur dan tetap dalam keadaan belum makan alias minum.
Menurut Lembaga Fatwa Mesir mengenai norma niat puasa arafah nan tidak sempat dibaca pada malam hari dan baru sempat membacanya setelah masuk waktu puasa, maka itu dibolehkan dan puasa sunnah arafah tetap sah.
Pernyataan ini sesuai dengan sabda dari Rasulullah saw, bahwa suatu kali beliau bertanya kepada Aisyah adakah makanan nan bisa dimakan pagi itu.
Aisyah menjawab tidak ada. Maka Rasulullah pun berkata, "Jika demikian, hari ini saya bakal puasa." Meskipun puasa sunnah tidak apa-apa jika tidak membacanya di malam hari sampai masuk waktu puasa, namun tetap diharuskan untuk segera melafalkannya pada saat mengingatnya.
Demikianlah penjelasan mengenai bolehkah puasa arafah tanpa sahur dan niat. Semoga membantu.
(mrs/fef)
[Gambas:Video CNN]
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·