slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Bolehkah Puasa Arafah Tapi Tidak Puasa Tarwiyah?

Sedang Trending 10 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ada banyak ibadah nan bisa dilakukan untuk menuai pahala di bulan Dzulhijjah, di antaranya adalah menunaikan puasa sunnah arafah dan tarwiyah.

Namun, bolehkah puasa arafah tapi tidak puasa tarwiyah? Pertanyaan ini sering kali muncul ketika memasuki bulan haji alias Dzulhijjah. Pasalnya, puasa arafah dan tarwiyah hanya ada di bulan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah termasuk ibadah nan dianjurkan, mengingat bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan nan mempunyai keistimewaan.


Apa itu puasa tarwiyah dan arafah?

Puasa tarwiyah merupakan puasa sunnah nan dilakukan pada hari kedelapan di bulan dzulhijjah. Hari tersebut adalah rangkaian awal dari ibadah haji ketika para jemaah haji mulai bersiap untuk wukuf di arafah.

Kata tarwiyah berasal dari bahasa Arab nan artinya adalah berpikir alias merenung. Disebut puasa tarwiyah lantaran pada hari tersebut Nabi Ibrahim merenungi mimpi dari Allah tentang perintah untuk menyembelih anaknya.

Sementara puasa arafah merupakan puasa nan dilakukan pada hari kesembilan di bulan Dzulhijjah. Hari tersebut merupakan puncak dari ibadah haji ketika para jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Sebab dan makna di kembali penamaan puasa arafah, lantaran pada hari tersebut terdapat beberapa peristiwa krusial seperti:

  • Hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa
  • Hari ketika Nabi Ibrahim mulai mengetahui kebenaran mimpinya
  • Hari ketika malaikat Jibril mengenalkan ibadah haji kepada Nabi Ibrahim
  • Pada hari tersebut merupakan hari ketika manusia mengakui dosa-dosanya

Hari arafah adalah termasuk dari hari nan paling utama dalam setahunnya, sehingga sangat dianjurkan berpuasa terutama bagi nan tidak melaksanakan ibadah haji.

Puasa ini juga dapat menjadi penghapus dosa-dosa nan telah lalu, seperti dijelaskan dalam sabda berikut.

مَا مِنْ يَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَة

"Hari arafah adalah hari nan paling banyak Allah Swt. bebaskan hamba-hambanya dari api neraka." (HR. Muslim).


Bolehkah puasa arafah tapi tidak puasa tarwiyah?

Dikutip dari NU Online, rekomendasi untuk puasa di bulan dzulhijjah merujuk pada sabda nabi berikut.

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada hari-hari ketika orang mengerjakan ibadah saleh pada hari-hari itu nan lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini." (HR. Bukhari)

Menurut ulama, hari itu nan dimaksud dalam sabda tersebut adalah hari-hari di bulan Dzulhijjah terutama pada sepuluh hari pertama.

Kemudian para sahabat bertanya "Apakah itu juga lebih baik daripada pahala jihad fi sabilillah?" Beliau saw menjawab, "Tidak lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari itu untuk berjihad fi sabilillah, selain seseorang nan pergi dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan membawa apapun dari (dua) perihal tersebut. Yakni, setelah berjihad lampau meninggal syahid." (HR. Bukhari)

Dari sabda di atas dapat disimpulkan bahwa puasa sunnah di bulan dzulhijjah sangat dianjurkan. Namun, tidak ada tanggungjawab untuk melaksanakan puasa tarwiyah dan arafah secara beriringan.

Dengan demikian, boleh jika hanya melaksanakan puasa arafah saja tapi tidak puasa tarwiyah. Hal ini dikarenakan puasa tersebut hukumnya sunnah, nan artinya boleh dilakukan dan boleh tidak.

(mrs/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru