Jakarta, CNN Indonesia --
Kartu nusuk merupakan identitas resmi bagi jemaah haji nan dirancang untuk mempermudah mendapatkan beragam jasa selama menjalankan ibadah haji. Lantas, gimana langkah mendapatkan kartu nusuk?
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mewajibkan setiap calon jemaah haji mempunyai kartu nusuk. Penerapan kartu nusuk bermaksud untuk menghindari jamaah haji terlarangan sehingga setiap jamaah nan terdaftar dan resmi bakal lebih terjamin keamanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartu Nusuk mempunyai warna dominan cokelat dan putih, serta berbahan PVC. Pada bagian depan terdapat foto dan info profil setiap jamaah disertai kode batang dan QR Code.
Jika dipindai (scan), bakal diketahui data-data jamaah seperti nama, foto, tempat tanggal lahir, nomor visa dan provider nan menerbitkannya, serta letak pemondokan jamaah di Mekkah.
Simak langkah mendapatkan kartu nusuk nan perlu diketahui calon jemaah haji berikut.
Cara mendapatkan kartu nusuk
Kartu nusuk diterbitkan oleh mitra penyedia jasa haji alias syarikah nan telah dipilih oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Anda bisa mendapatkan kartu nusuk bentuk melalui syarikah setelah tiba di Arab Saudi. Selain itu, kartu nusuk digital juga bisa diunduh melalui aplikasi Tawakkalna nan disediakan oleh otoritas Saudi.
Berikut ini langkah-langkah untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi Tawakkalna.
1. Unduh aplikasi Tawakkalna
Pertama, pastikan untuk mengunduh aplikasi Tawakkalna dari Google Play Store (untuk pengguna Android) alias Apple App Store (untuk pengguna iOS).
2. Registrasi dan verifikasi
Setelah mengunduh aplikasi, buka aplikasi dan lakukan registrasi dengan memasukkan info diri sesuai nan terdaftar pada sistem pemerintah Arab Saudi. Pastikan info nan dimasukkan sah dan sesuai.
3. Akses kartu
Setelah sukses melakukan registrasi dan verifikasi, jemaah dapat mengakses tiga kartu nan diperlukan melalui menu nan tersedia di aplikasi. Pilih Kartu Nusuk, Pilgrim Permit, alias Visitor ID sesuai kebutuhan.
4. Unduh kartu
Setelah memilih kartu nan diinginkan, jemaah dapat mengunduh kartu tersebut dalam format digital dan menyimpannya di perangkat ponsel. Pastikan kartu tersebut tersedia saat diperlukan oleh petugas setempat.
5. Pastikan kartu terunduh dengan benar
Sebelum berangkat ke Masjidil Haram alias melakukan aktivitas lain, pastikan kartu nan diunduh dapat diakses dengan mudah dan dalam kondisi siap.
Demikian penjelasan mengenai langkah mendapatkan kartu nusuk. Dengan langkah-langkah di atas, jemaah haji Indonesia tetap bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar meski belum mempunyai kartu nusuk fisik. Semoga membantu.
(pua/fef)
[Gambas:Video CNN]
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·