CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 10:30 WIB
Ilustrasi. Itikaf tidak bisa dilakukan sembarangan lantaran ada rukun dan tata langkah nan kudu dipenuhi agar ibadah diterima. (ANTARA FOTO/RAHMAD)
Jakarta, CNN Indonesia --
Itikaf adalah salah satu ibadah nan bisa dilakukan di bulan Ramadhan. Itikaf adalah berdiam diri di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Ketika berdiam diri di masjid, Anda bisa melakukan beragam macam ibadah, mulai dari sholat, membaca Al Quran, sedekah, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, rupanya itikaf tidak bisa dilakukan sembarangan lantaran ada rukun dan tata langkah nan kudu dipenuhi agar ibadah diterima.
Apa saja rukun dan gimana tata langkah beritikaf di bulan Ramadhan?
Cara itikaf di bulan Ramadhan
Melansir dari beragam sumber, berikut adalah gimana langkah itikaf Ramadhan nan benar.
Itikaf adalah ibadah dengan langkah berdiam diri di masjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt. Ibadah ini sangat dianjurkan, terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw.
Ada beberapa rukun dalam itikaf, yaitu:
- Niat: Itikaf kudu diawali dengan niat. Tanpa niat, itikaf tidak sah.
- Berdiam diri di masjid: Minimal berdiam diri seukuran tuma'ninah dalam salat.
- Dilaksanakan di masjid: Itikaf hanya sah jika dilakukan di masjid.
- Dilakukan oleh orang nan memenuhi syarat. Syarat tersebut adalah berakidah Islam, berakal sehat, dan suci dari hadas besar.
Artinya, itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang nan tidak memenuhi syarat tersebut. Jika itikaf dilakukan lantaran nazar, maka saat beriktikad kudu menyebut status fardhu.
Bahkan menurut pendapat nan kuat, itikaf nan dinazarkan menjadi wajib, baik ditentukan waktunya maupun tidak.
Macam itikaf dan niatnya
Itikaf terbagi menjadi tiga macam:
1. Itikaf absolut (tidak dibatasi waktu tertentu). Niatnya:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya: Aku beriktikad itikaf di masjid ini lantaran Allah.
2. Itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus (misalnya satu hari alias satu malam). Niatnya:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى
Artinya: Aku beriktikad itikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan lantaran Allah.
3. Itikaf terikat waktu dan berturut-turut. Niatnya:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا
Artinya: Aku beriktikad itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut lantaran Allah.
Jika itikaf dinazarkan, maka niatnya kudu menyebut kata fardhu, seperti:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Artinya: Aku beriktikad itikaf di masjid ini sebagai tanggungjawab lantaran Allah.
Atau:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Artinya: Aku beriktikad itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut sebagai tanggungjawab lantaran Allah.
Dalam itikaf mutlak, jika seseorang keluar dari masjid tanpa niat kembali, lampau masuk lagi, maka dia kudu memperbarui niat lantaran itikaf sebelumnya terputus. Namun, jika dia keluar dengan niat kembali, maka niat awalnya tetap berlaku.
Hal nan membatalkan itikaf
Ada sembilan perihal nan dapat membatalkan itikaf:
- Berhubungan suami-istri
- Mengeluarkan sperma
- Mabuk dengan sengaja
- Murtad
- Haid
- Nifas
- Keluar dari masjid tanpa argumen nan dibenarkan
- Keluar untuk tanggungjawab nan tetap bisa ditunda
- Sering keluar lantaran kemauan sendiri
Jika salah satu dari perihal tersebut terjadi, maka itikaf batal. Untuk itikaf nan disyaratkan berturut-turut, jika batal maka kudu mengulang dari awal.
Namun, pahala itikaf nan sudah dilakukan tetap berbobot selama pembatalnya bukan lantaran murtad.
Pada itikaf nan tidak berturut-turut, waktu nan batal tidak dihitung, dan saat melanjutkan kudu memperbarui niat.
Sedangkan pada itikaf mutlak, nan batal hanya kesinambungannya, sehingga itikaf berikutnya dianggap sebagai ibadah baru nan berdiri sendiri.
Dengan memahami rukun, syarat, jenis, serta hal-hal nan membatalkan itikaf, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih intens dan sesuai tuntunan, terutama pada 10 hari terakhir Ramadan untuk meraih keistimewaan Lailatul Qadar.
Demikian langkah itikaf Ramadhan nan benar, rukun, macam, dan niat ketika hendak mengerjakannya.
(sac/fef)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·