CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 07:45 WIB
Ilustrasi. Mengirimkan angan menjadi corak kebaikan untuk almarhum. Simak langkah mengirim Al Fatihah untuk orang nan sudah meninggal. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mengirim angan kepada orang nan telah meninggal dunia menjadi salah satu tradisi masyarakat Muslim Indonesia.
Salah satu ibadah nan sering dilakukan adalah mengirim Al Fatihah sebagai ikhtiar 'menghadiahkan' pahala bagi orang nan sudah meninggal. Simak pedoman gimana langkah mengirim Al Fatihah untuk orang nan sudah meninggal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga dan kerabat terdekat dapat mengirimkan angan sebagai corak kebaikan untuk almarhum.
Dilansir dari kitab Merayakan Khilafiyah Menuai Rahmat Ilahiah karya Zikri Darussalam & Rahman (2017), kebanyakan ustadz beranggapan bahwa memberikan angan dan pahala infak kepada muslim nan telah meninggal adalah sesuatu nan diperbolehkan.
Kemudian dalam sebuah hadits nan diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث: ولد صالح يدعو له، أو صدقة جارية من بعده، أو علم ينتفع به
Artinya: "Tatkala manusia meninggal maka putuslah segala amalnya, selain tiga macam, ialah anak saleh nan bermohon untuknya, alias infak jariyah setelahnya, alias pengetahuan nan berfaedah karenanya." (HR. Muslim)
Bahkan dalam kitab Tabyin al-Haqaiq Syarah Kanz al-Daqaiq dijelaskan secara tegas pandangan ustadz Hanafiyah:
يرى الحنفية أن إهداء ثواب قراءة القرآن للميت جائز، وأن ذلك ينفعه، وأنه يصل إليه
Artinya: "Ulama Hanafiyyah memandang bahwa mengirimkan pahala referensi Al-Qur'an baik Al-Fatihah ataupun nan lainnya untuk mayit adalah boleh. Dan ini bakal sampai serta menjadi kemanfaatan bagi mayit."
Cara mengirim Al Fatihah untuk orang nan sudah meninggal
Dikutip dari NU Online dan beragam sumber lainnya, berikut langkah mengirimkan Al Fatihah sebagai pahala bagi orang nan sudah meninggal.
1. Pengantar Al-Fatihah
Sebelum membaca Al-Fatihah, terlebih dulu disampaikan pengantar nan berisi niat dan tujuan menghadiahkan pahala referensi kepada Rasulullah SAW, para nabi, para wali, orang-orang saleh, serta seluruh mahir kubur, khususnya arwah nan diniatkan.
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وإِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ، ثُمَّ اِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Artinya:"Untuk nan terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan saudaranya dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ustadz al-amilin, ustadz penulis nan ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, kemudian semua mahir kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, pembimbing kami, pengajar dari pembimbing kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka nan telah melakukan baik kepada kami, dan bagi mahir kubur/arwah nan menjadi karena kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah..."
2. Membaca surah Al-Fatihah
Setelah pengantar, dilanjutkan dengan membaca surah Al-Fatihah sebagai inti utama pengiriman angan dan pahala.
3. Membaca surah Yasin
Setelah membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah Yasin. Surah Yasin sering disebut sebagai jantung Al-Qur'an dan secara tradisi dibaca untuk mendoakan orang nan telah meninggal agar diberikan ampunan, ketenangan, dan rahmat di alam kubur.
4. Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Selanjutnya referensi dilanjutkan dengan tahlil singkat nan berisi rangkaian surat pendek, zikir, dan kalimat tauhid. Bacaan ini bermaksud memperbanyak dzikir kepada Allah SWT serta menambah pahala nan dihadiahkan.
5. Membaca awal surah Al-Baqarah, surah Al-Baqarah ayat 163, 255 (Ayat Kursi)
Ayat-ayat ini dibaca sebagai penguatan tauhid, permohonan perlindungan, dan angan kebaikan bagi arwah nan didoakan. Berikut salah satu surah Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi).
اللهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَاْ خُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَّهُ مَا فِى السَّمَوَاتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ اِلاَّ بِاِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَينَ اَيْدِيْهِمِ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلاَ يُحْيِطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ اِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ، وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمُا، وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berkuasa disembah) melainkan Dia nan Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa nan di langit dan di bumi. Tiada nan dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa nan di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari pengetahuan Allah melainkan apa nan dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
6. Membaca istighfar dan tahlil
Setelah membaca ayat-ayat Al-Qur'an, dilanjutkan membaca istighfar dan tahlil sebagai corak permohonan maaf kepada Allah SWT.
Membaca istighfar 3 kali:
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
Artinya, "Saya minta maaf kepada Allah nan maha agung."
Dilanjutkan membaca tahlil 33 kali:
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ
Artinya, "Tiada tuhan selain Allah."
7. Membaca dua kalimat syahadat
Selanjutnya dibaca dua kalimat syahadat sebagai penegasan keimanan.
لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya, "Tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad SAW utusan-Nya."
8. Membaca sholawat Nabi Muhammad SAW
Dilanjutkan dengan referensi shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.
اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّم
Artinya: "Ya Allah, limpahkan shalawat untuk Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam untuknya (Nabi Muhammad SAW)"
9. Membaca tasbih
Kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali untuk memuji Allah SWT.
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ.* 10 سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya:"Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. (10 kali). Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya. Maha suci Allah nan maha agung dan dengan memuji-Nya.
10. Membaca angan untuk almarhum
Doa untuk almarhum dibaca sebagai penutup nan berisi permohonan agar seluruh referensi Al-Qur'an, zikir, tahlil, dan shalawat diterima oleh Allah SWT dan pahalanya disampaikan kepada arwah nan didoakan. Dikutip dari kitab Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr, berikut angan untuk almarhum agar diampuni dosanya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقْهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرٌ مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ
Arab latin: Allāhummaghfir lahu, warhamhu, wa 'āfihi, wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-mā'i wath-thalji wal-barad, wa naqqihi minal-khaṭāyā kamā naqqaytat-thawbal-abyaḍa minad-danas, wa abdilhu dāran khairan min dārihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zawjan khairan min zawjihi, wa adkhilhul-jannah, wa a'idhhu min 'adhābil-qabr, wa min 'adhābin-nār.
Artinya: "Ya Allah, berilah pembebasan kepadanya dan rahmatilah dia, berilah dia afiat dan maafkanlah, muliakan jamuannya, luaskan tempat masuknya, cucilah dia dengan air, salju, dan embun, dan sucikanlah dia dari kesalahan-kesalahan, sebagaimana engkau menyucikan busana putih dari kotoran, dan gantikanlah untuknya tempat nan lebih baik daripada tempatnya, family nan lebih baik daripada keluarganya, pasangan nan lebih baik daripada pasangannya, dan masukkanlah dia ke surga, dan lindungilah dia dari balasan kubur, dan dari balasan neraka."
Dengan demikian, itulah langkah mengirim Al Fatihah dan angan untuk orang nan sudah meninggal.
(gas/fef)
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·