Jakarta, CNN Indonesia --
CEO Ford Jim Farley menolak keras masuknya mobil China ke pasar Amerika Serikat (AS) lantaran dianggap dapat menghancurkan manufaktur dalam negeri. Setelah sebelumnya sempat memuji performa Xiaomi SU7, dia sekarang mengatakan produsen China adalah ancaman eksistensial bagi industri otomotif dalam negeri.
"Kita tidak semestinya membiarkan mereka masuk ke negara kita. Manufaktur adalah jantung dan jiwa negara kita, dan kehilangan itu lantaran ekspor tersebut bakal sangat menghancurkan negara kita," kata Jim Farley dalam sebuah wawancara berbareng Fox News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jim Farley turut menekankan masalah info dan keamanan sebagai corak kewaspadaan terhadap produk-produk kendaraan asal China.
"Itu belum termasuk akibat siber dan privasi dari kendaraan buatan China. Semua kendaraan mempunyai 10 kamera, mereka dapat mengumpulkan banyak data. Ini sama sekali bukan pertarungan nan adil," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO Ford mengecam strategi produsen China, menyebut aktivitas perusahaan-perusahaan itu tidak setara bagi persaingan dalam industri otomotif AS. Sebagai tambahan, perusahaan asal AS ini juga telah menjalankan beragam upaya agar tidak kalah dalam persaingan itu.
"Ford kudu melakukan bagian kami untuk membikin kendaraan kami kompetitif dengan kendaraan buatan China, dan saya pikir kami telah melakukannya dengan kendaraan listrik terjangkau baru kami nan bakal segera diluncurkan, nan diproduksi di Kentucky, tetapi ini bukan persaingan nan setara dan ini semestinya berakibat besar pada AS," tuturnya.
Pada dasarnya, keterjangkauan memang bisa mengarahkan minat konsumen untuk membeli mobil-mobil listrik China dengan nilai lebih murah.
Namun, tarif impor sebesar 100 persen oleh pemerintah AS serta beragam tantangan kebijakan lainnya terhadap mobil impor China sebenarnya telah menuntut perusahaan menetapkan nilai lebih tinggi.
Alhasil, tantangan utamanya bisa jadi bukan terpaku pada harga, melainkan kelebihan produsen China menciptakan terobosan teknologi dan keahlian perusahaan AS untuk mengimbanginya.
Selain itu, semakin terbukanya pasar Canada dan Meksiko terhadap kehadiran mobil-mobil dari China turut menambah lapisan lain bagi kerumitan persaingan jual beli ini. Posisi keduanya berdekatan dengan AS serta semakin dikenalnya merek asal China seperti BYD berpotensi mengguncang lanskap pasar otomotif Amerika Utara.
(iqb/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·