CNN Indonesia
Rabu, 18 Mar 2026 10:00 WIB
Ilustrasi. Berikut contoh susunan aktivitas legal bihalal nan umum digunakan dalam kesempatan silaturahmi berbareng keluarga, kantor, hingga lingkungan RT/RW. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mengetahui susunan aktivitas legal bihalal sangat krusial ketika bakal menyelenggarakan aktivitas silaturahmi setelah Idul Fitri. Dengan memahami susunan aktivitas legal bihalal, aktivitas dapat melangkah lebih tertib, khidmat, dan bermakna.
Selain itu, susunan aktivitas legal bihalal juga membantu panitia alias MC dalam memandu jalannya aktivitas dari awal hingga selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi legal bihalal sendiri sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Biasanya aktivitas ini diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai momen untuk saling memaafkan.
Halal bihalal dapat dilakukan dalam beragam lingkungan, seperti keluarga, sekolah, kantor, hingga masyarakat di tingkat RT alias RW.
Meski konsepnya sederhana, aktivitas ini tetap memerlukan rangkaian aktivitas nan jelas.
Dengan susunan aktivitas nan rapi, tujuan utama legal bihalal ialah mempererat silaturahmi dapat tercapai dengan baik.
Susunan aktivitas legal bihalal nan umum digunakan
Berikut contoh susunan aktivitas legal bihalal yang umum digunakan dalam kesempatan silaturahmi berbareng kerabat alias keluarga, kantor, hingga lingkungan RT/RW.
1. Pembukaan oleh MC
Acara dimulai dengan pembukaan nan dipandu oleh MC. Pada tahap ini, MC biasanya menyapa para tamu dan menjelaskan rangkaian aktivitas nan bakal berlangsung.
2. Pembacaan tilawatil Quran
Setelah pembukaan, aktivitas dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Biasanya ayat nan dipilih berangkaian dengan bulan Ramadan, silaturahmi, alias saling memaafkan.
3. Pembacaan shalawat Nabi
Selanjutnya, peserta bersama-sama membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini bermaksud menambah suasana religius dan penuh keberkahan.
4. Sambutan tuan rumah
Sambutan biasanya disampaikan oleh pihak penyelenggara alias tuan rumah. Dalam sambutan ini biasanya berisi ucapan terima kasih kepada para tamu serta pesan tentang pentingnya silaturahmi dan saling memaafkan.
5. Sambutan ketua panitia alias pimpinan
Jika aktivitas dilakukan di sekolah alias lingkungan organisasi, biasanya ada sambutan dari ketua panitia, kepala sekolah, alias ketua RT/RW. Sambutan ini berisi angan agar kebersamaan dan kekompakan terus terjaga.
6. Acara inti (ceramah alias tausiah)
Bagian inti dalam susunan aktivitas legal bihalal biasanya berupa ceramah, tausiah, alias siraman rohani. Isi tausiah biasanya mengingatkan pentingnya saling memaafkan, menjaga silaturahmi, dan meningkatkan keagamaan setelah Ramadan.
Dalam beberapa lingkungan family alias masyarakat, aktivitas inti juga bisa berupa pembacaan Yasin dan tahlil untuk mendoakan family nan telah meninggal dunia.
7. Doa bersama
Setelah tausiah selesai, aktivitas dilanjutkan dengan angan bersama. Doa biasanya dipimpin oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, alias orang nan dituakan.
Tujuan angan berbareng adalah memohon keberkahan serta memohon agar hubungan antarindividu selalu harmonis.
8. Makan bersama
Makan berbareng sering menjadi bagian nan paling dinanti. Selain menikmati hidangan nan disediakan tuan rumah, aktivitas ini juga menjadi momen untuk berbincang santuy dan mempererat keakraban.
9. Penutup alias aktivitas tambahan
Pada bagian akhir, aktivitas bisa ditutup dengan pengumuman lomba, arisan, alias sekadar penutupan resmi oleh MC. Biasanya MC juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama memandu acara.
Dengan menyusun susunan aktivitas legal bihalal secara teratur, aktivitas silaturahmi setelah Idul Fitri dapat melangkah lebih khidmat, tertib, dan penuh makna bagi seluruh peserta nan hadir. Semoga bermanfaat!
(gas/fef)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·