CNN Indonesia
Selasa, 14 Apr 2026 14:45 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa vaksin nan wajib dan dianjurkan agar didapatkan calon jemaah haji. (iStock/hxyume)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesehatan jadi salah satu perihal nan patut diutamakan oleh jemaah haji. Untuk itu, calon jemaah wajib mendapatkan sejumlah vaksin nan bisa melindungi tubuh dari ancaman penyakit saat berhaji.
Musim haji telah di depan mata. Jutaan umat Muslim di dunia, termasuk Indonesia, sekarang tengah bersiap bertandang ke Makkah, Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Indonesia, kloter pertama jemaah haji 2026 bakal diberangkatkan pada Rabu (22/4) mendatang. Sementara kloter kedua bakal berangkat pada 7 Mei 2026.
Berbagai persiapan tengah disiapkan para calon jemaah haji. Salah satu nan paling utama adalah menyoal kesehatan.
Beberapa jenis vaksinasi berkarakter wajib bagi calon jemaah haji. Di luar itu, ada juga vaksinasi lain nan disarankan, namun tidak diwajibkan.
Ketentuan ini bertindak bagi seluruh jemaah. Aturan dibuat untuk mencegah penyebaran penyakit menular di tengah tingginya kepadatan saat berhaji kelak.
Vaksin jemaah haji nan diwajibkan
Sebelum berangkat haji, calon jemaah wajib mendapatkan beberapa vaksin berikut, merangkum beragam sumber.
1. Vaksin meningitis meningokokus
Vaksin ini wajib didapatkan seluruh jemaah haji berumur lebih dari 1 tahun dari semua negara, termasuk Indonesia.
Jemaah wajib memberikan sertifikat vaksinasi meningokokus ACYWX (Polysaccharide Conjugate Vaccine) alias vaksin meningokokus quadrivalent ACYM-135 (Polysaccharide Vaccine).
Vaksin kudu diberikan tidak lebih dari 3 tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum waktu kehadiran di Arab Saudi. Artinya, jemaah kloter kedua asal Indonesia tetap punya kesempatan untuk mendapatkan vaksin.
Meningitis sendiri merupakan jangkitan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang. Jika tidak ditangani dengan segera, penyakit ini bisa berakibat fatal hingga berujung kematian.
Penyakit ini menular dari orang ke orang melalui kontak langsung. Di tengah padatnya jemaah haji dari beragam negara, akibat penularan meningitis dianggap tinggi.
2. Vaksin polio
Baru pada tahun 2025 lalu, pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi polio bagi seluruh jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Jemaah wajib mendapatkan setidaknya 1 dosis IPV (Inactivated Polio Vaccine) dalam 12 bulan sebelumnya dan tidak kurang dari 4 pekan sebelum waktu kehadiran di Arab Saudi.
Polio sendiri merupakan penyakit nan menyerang sistem saraf. Infeksi polio bisa berujung kelumpuhan hingga kematian jika tak tertangani dengan baik.
3. Vaksin covid-19
Vaksin covid-19 diwajibkan pada kategori unik jemaah haji. Di antaranya jemaah berumur 65 tahun ke atas, ibu hamil, dan jemaah dengan penyakit penyerta.
Jemaah wajib mendapatkan 1 dosis vaksin covid-19 nan telah diperbarui setidaknya selama setahun ke belakang. Jemaah juga wajib menyertakan bukti sembuh dari covid-19 jika pernah terpapar pada satu tahun ke belakang.
Vaksin jemaah haji yang dianjurkan
Selain tiga vaksin di atas, calon jemaah haji juga disarankan untuk mendapatkan beberapa vaksin lainnya. Berikut di antaranya.
1. Vaksin influenza
Jemaah haji nan berisiko terkena influenza dianjurkan untuk mendapatkan vaksin satu ini. Adapun beberapa golongan nan sangat di anjurkan di antaranya ibu hamil, anak di bawah 5 tahun, lansia, dan jemaah dengan penyakit penyerta.
Vaksin ini melindungi tubuh dari virus Influenza nan dapat memicu indikasi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, dan kelelahan. Gejala ini bisa mengganggu penyelenggaraan ibadah haji nan memerlukan stamina tinggi.
2. Vaksin pneumonia
Ilustrasi. Calon jemaah haji dianjurkan mendapatkan vaksin pneumonia. (Istockphoto/ utah778)
Pemerintah juga merekomendasikan vaksin pneumonia bagi calon jemaah haji. Hanya saja, sifatnya tidak wajib.
Vaksin ini diimbau utamanya untuk calon jemaah lansia, mempunyai penyakit penyerta, dan daya tahan tubuh nan lemah.
Vaksin ini dianjurkan diperoleh setidaknya dua pekan sebelum waktu keberangkatan. Calon jemaah haji dari kloter 2 tetap punya waktu jika mau melindungi tubuh dari ancaman pneumonia.
Pneumonia sendiri merupakan jangkitan akut pada paru-paru nan bisa memicu peradangan parah. Penyakit ini ditularkan oleh kuman nan menyebar melalui tetesan pernapasan alias droplet.
Pneumonia dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat.
(asr/asr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·