Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mencatat, per 28 April, sebanyak 167 badan upaya milik negara (BUMN) telah dilikuidasi dalam kurun setahun terakhir, sebagai bagian dari optimasi BUMN untuk menciptakan upaya nan lebih efektif dan efisien.
"Total nan sudah dilikuidasi itu kurang lebih sampai dengan hari ini sudah sekitar 167 perusahaan," ujar Dony ketika ditemui di sela-sela aktivitas Jakarta Globe Insight nan digelar di Jakarta, Selasa (28/4) dilansir dari Antara.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi dan restrukturisasi menyeluruh dengan memangkas 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200-300 perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony nan juga merupakan Kepala BP BUMN menyampaikan proses perampingan BUMN bakal dieksekusi seluruhnya pada 2026, sebagaimana nan diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain melakukan likuidasi, terdapat tiga strategi optimasi BUMN lainnya, ialah divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi.
Likuidasi dilakukan bagi perusahaan nan beban utangnya jauh melampaui aset dan tidak mempunyai daya saing pasar.
[Gambas:Youtube]
Kemudian, divestasi dilakukan terhadap perusahaan berskala mini nan berada di luar upaya inti, misalnya pemasok perjalanan milik BUMN energi.
Langkah nan krusial lain adalah penggabungan alias konsolidasi perusahaan berasas sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, hingga perhotelan agar mempunyai skala ekonomi nan besar.
"Asset management bakal bersatu, kemudian hotel dan lain-lain sudah bersatu, kemudian pos dan logistik bakal bersatu," ucap Dony.
Danantara juga membidik konsolidasi BUMN di bagian sekuritas dan juga asuransi. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi BUMN.
Selain perampingan, Dony juga menegaskan perubahan paradigma mendasar dalam hubungan antar-BUMN. Istilah "Sinergi BUMN" sekarang secara tegas diganti dengan kewajiban.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara, nan bakal mengonsolidasikan aset-aset negara agar lebih terarah dan berkekuatan saing global.
(ins)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·