Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol).
Hal itu disampaikan Dasco saat menerima audiensi dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) hingga Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di kompleks parlemen, Jumat (1/5), alias bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Pada momen itu, Dasco mengatakan salah satu tujuan pemerintah membeli sebagian saham aplikator ojol adalah demi memberikan agunan potongan tarif nan masuk logika bagi para pengemudi ojek daring tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan diambilnya sebagian saham sejumlah aplikator ojol oleh pemerintah, menurut dia, sistem hingga kebijakan aplikator itu bakal disesuaikan secara perlahan dan pasti. Namun nan paling utama, dia mengatakan pemerintah bakal berupaya menurunkan nomor potongan komisi itu.
"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya nan diambil oleh aplikator. Tadinya 20 alias 10 persen ini sehingga aplikator hanya bakal mengambil delapan persen dari nan dikumpulkan," kata Dasco.
Namun, dia tak menjelaskan saham aplikator ojol mana nan sudah dibeli pemerintah, dan berapa banyak. Diketahui saat ini ada beberapa aplikator ojol di Indonesia, di mana nan paling besar adalah GoTo dan Grab.
Hingga buletin ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi baik dari Danantara, maupun sejumlah aplikator ojol--terutama GoTo dan Grab--terkait pernyataan Dasco pada Jumat kemarin.
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi pihak mengenai dari masing-masing, namun belum ada pernyataan resmi nan disampaikan hingga buletin ini ditulis.
Sementara itu, pihak Grab Indonesia lewat pernyataan resmi nan disampaikan pada Sabtu (2/5) siang menyatakan, "Kami tidak berkomentar tentang perihal ini."
CNNIndonesia.com juga telah menghubungi Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Nafas. Namun hingga buletin ini ditulis belum ada pernyataan resmi darinya.
Perpres potongan tarif ojol
Sementara itu, pada hari nan sama, saat berpidato di aktivitas May Day nan digelar di Monas, Jakarta Pusat, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 sudah ditandatangani.
Prabowo awalnya mendapatkan aspirasi dari salah satu serikat pekerja agar bisa menurunkan potongan aplikator ojek online terhadap driver mereka hingga 10 persen. Ketika berpidato, sang Kepala Negara kemudian sempat berbincang dari atas podium berbareng para massa buruh.
"Ojol, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10? Kalian minta 10? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen," kata Prabowo.
Ternyata, maksud Prabowo tidak setuju 10 persen lantaran dia mau potongan aplikator bisa di bawah 10 persen. Pernyataan tersebut disambut antusias oleh massa pekerja nan datang di seremoni May Day sejak Jumat pagi di Monas. Menurut Prabowo, potongan aplikator layak diturunkan hingga di bawah 10 persen lantaran para driver ojol sudah bekerja keras di jalan.
"Ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari. (Potongan bagi aplikator) kudu di bawah 10 persen!" ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan jika perusahaan ojol tidak mau ikut ketentuan ini, mereka bisa angkat kaki dari Indonesia.
"Enak saja. Lu [driver ojol] nan keringat, dia (aplikator) nan dapat duit. Sori aje. Kalo enggak mau ikut kita, enggak usah berupaya di Indonesia," ucap Prabowo.
[Gambas:Video CNN]
Merespons perpres tersebut, GoTo dan Grab sudah buka suara.
GoTo melalui Direktur Utama Hans Patuwo mengatakan bakal mematuhi peraturan pemerintah termasuk Perpres tersebut. Pihaknya mengaku bakal melakukan pengkajian untuk memahami rincian, implikasi, dan penyesuaian nan diperlukan berasas peraturan itu.
"GoTo senantiasa mematuhi peraturan pemerintah, termasuk pengarahan nan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai perlindungan pekerja transportasi online nan dituangkan dalam Peraturan Presiden No. 27 Tahun 2026," kata Hans dalam rilis resmi, Jumat (1/5).
"Kami bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait, sehingga GoTo/Gojek dapat terus memberi faedah berkepanjangan kepada seluruh masyarakat terutama mitra driver dan pengguna Gojek," sambungnya.
Sementara itu, Grab Indonesia menyatakan mereka menghormati langkah nan diambil pemerintah. Walaupun demikian, Grab Indonesia saat ini tetap menunggu publikasi resmi Perpres 27/2026 agar dapat meninjau dan mempelajari lebih lanjut perincian dari pengarahan tersebut.
"Grab Indonesia menghormati pengarahan nan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Hari Buruh hari ini," kata Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Jumat.
Dia lampau berujar, "Sebagai mitra jangka panjang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
(antara/dhz/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·