Jakarta, CNN Indonesia --
Suara nan keluar dari mulut manusia dihasilkan dari getaran pita suara. Pita bunyi ini sangat dibutuhkan ketika berbicara. Namun, tidak semua memahami di mana letaknya.
Secara anatomi, pita suara berada di dalam laring alias kotak suara, sebuah organ di leher bagian atas nan terletak tepat di atas trakea (batang tenggorokan) dan berada di belakang jakun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pria, bagian ini terlihat menonjol, sementara pada wanita dan anak-anak bentuknya lebih mini dan tidak terlalu tampak.
Laring sendiri merupakan organ berbentuk tabung nan tersusun dari tulang rawan, otot, dan jaringan elastis.
Di dalam struktur inilah pita bunyi bertempat. Pita bunyi bukan sekadar sepasang jaringan nan bergetar, tetapi bagian krusial dalam sistem pernapasan sekaligus penghasil bunyi manusia.
Selain membantu kita berbicara, laring juga berfaedah melindungi saluran udara dari barang asing saat menelan.
Pita bunyi terdiri atas dua lipatan jaringan elastis nan membentang melintang di bagian atas trakea. Ketika kita berbicara, pita bunyi menutup dan bergetar saat udara dari paru-paru melewatinya.
Getaran tersebut menghasilkan gelombang bunyi nan kemudian dimodifikasi oleh lidah, bibir, gigi, dan rongga mulut sehingga membentuk kata, nada, dan ekspresi suara.
Letak pita bunyi dan fungsinya
Berikut posisi dan peran pita bunyi manusia.
1. Terletak di dalam laring (kotak suara)
Laring adalah struktur nan menjadi "rumah" bagi pita suara. Organ ini dikenal sebagai pusat produksi bunyi pada manusia.
2. Berada tepat di atas trakea
Posisi ini krusial lantaran laring juga berfaedah mengatur aliran udara sebelum masuk ke saluran napas bawah.
3. Terletak di leher, di belakang jakun
Pada pria, jakun tampak jelas ketika berbincang alias menelan. Itulah bagian luar dari laring nan menyimpan pita suara.
4. Menghasilkan bunyi melalui getaran
Saat udara keluar dari paru-paru, pita bunyi saling mendekat dan bergetar, menciptakan bunyi nan kemudian diolah menjadi ucapan.
Selain untuk berbicara, pita bunyi juga membantu saat batuk alias menahan napas. Ketika kita menahan udara, pita bunyi menutup rapat, menciptakan tekanan di dada nan membantu tubuh melakukan aktivitas tertentu, seperti mengangkat beban berat.
Menjaga kesehatan pita bunyi sangat penting, terutama bagi mereka nan sering menggunakan bunyi secara intensif, seperti guru, penyanyi, alias pembicara publik.
Beberapa langkah merawat pita bunyi antara lain cukup minum air putih, menghindari berteriak berlebihan, tidak merokok, dan memberi waktu rehat pada bunyi ketika terasa lelah.
Kerusakan pita bunyi dapat menyebabkan bunyi serak dan, dalam kasus tertentu, memerlukan perawatan medis.
Demikian penjelasan tentang di mana letak pita bunyi manusia. Dengan begini, kita semakin mengetahui sungguh krusial peran organ mini ini dalam kehidupan sehari-hari.
(asp/fef)
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·