Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat (AS) dan Filipina akan membangun area industri seluas 1.620 hektare di dekat Manila usai negara tetangga RI berasosiasi dengan Pax Silica.
Pax Silica adalah inisiatif kerja sama internasional nan dipimpin AS untuk mengamankan dan memperkuat rantai pasok teknologi strategis, termasuk mineral kritis, manufaktur maju, komputasi, dan prasarana data. Sederhananya, Pax Silica semacam aliansi industri teknologi.
Kawasan industri raksasa itu bakal dibangun di Koridor Ekonomi Luzon, pusat strategis aktivitas ekonomi nan mencakup ibu kota Manila dan wilayah sekitarnya nan mempunyai aktivitas industri dan manufaktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filipina, Jepang, dan Amerika Serikat telah berkomitmen untuk meningkatkan investasi prasarana dalam kerangka kerja sama trilateral.
"Ini menjadi titik awal bagi platform manufaktur unik untuk negara sekutu," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam pernyataannya, dikutip Reuters, Jumat (17/4).
"Kedua sekutu berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok berbareng dalam mineral kritis, semikonduktor, elektronik, dan peralatan lainnya," imbuh AS.
Filipina menjadi negara ke-13 nan berasosiasi dalam Pax Silica. Negara lain nan telah berasosiasi adalah Australia, Finlandia, India, Qatar, Korea Selatan, dan Singapura.
Pax Silica merupakan pilar utama strategi kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump, nan bermaksud mengurangi ketergantungan ke China dan pesaing lain.
Hubungan antara Manila dan Washington semakin erat di bawah kepemimpinan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. Ia membawa negaranya lebih dekat ke AS.
Bekas koloni AS itu juga menjadi bagian krusial dari upaya Washington untuk menahan sikap garang China di Laut China Selatan.
[Gambas:Youtube]
(pta/ins)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·