Jakarta, CNN Indonesia --
Setiap wilayah mempunyai baju adatnya masing-masing, tak terkecuali masyarakat Betawi. Baju budaya Betawi adalah salah satu warisan budaya nan menjadi identitas masyarakat original Jakarta.
Pakaian budaya merupakan salah satu aspek krusial nan ada pada budaya suatu daerah. Baju adat digunakan untuk merepresentasikan identitas golongan masyarakat, baik itu nan dikenakan sehari-hari maupun aktivitas alias pagelaran tradisional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, suku Betawi banyak tinggal di area Jabodetabek dan sekitarnya. Secara biologis, suku ini sebenarnya perpaduan antar-etnis lantaran di Jakarta terdapat beragam macam etnis nan kemudian menikah dan melahirkan keturunan.
Perpaduan antar-etnis tersebut berasal dari suku lain nan merantau ke Jakarta seperti suku Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Batak, Tionghoa, Arab, Inggris, Belanda, Portugis, Ambon, Bali, dan lain-lain.
Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang jenis-jenis baju budaya Betawi dan sejarah singkatnya.
Sejarah singkat baju budaya Betawi
Dikutip dari Buku Pakaian Adat Tradisional Daerah Propinsi DKI Jakarta Depdikbud 1995/1996, masyarakat Jakarta original sudah mulai mengenal busana unik mereka sejak abad ke XV.
Pakaian unik ini banyak mendapatkan pengaruh dari lingkungan di sekitarnya, seperti busana orang Sunda, busana orang Jawa, Cina, Melayu, dan sebagainya.
Salah satu karakter unik nan menonjol dari busana budaya Betawi adalah sentuhan Islami. Seperti meniru busana nan digunakan saat haji, alias busana nan menggunakan atribut-atribut seperti peci, maupun sarung.
Selain memengaruhi pakaian, pengaruh Islam juga dapat terlihat dari budaya kesenian, dan tingkah laku masyarakat sehari-hari.
Jenis-jenis baju budaya Betawi
Mengutip kitab Ensiklopedi Pakaian Nusantara karya R. Toto Sugiarto, dkk., berasas penggunaannya baju budaya Betawi ada tiga macam, ialah busana keseharian, busana resmi, dan baju pengantin. Berikut jenis-jenis baju budaya Betawi untuk Anda ketahui.
1. Baju keseharian budaya Betawi
Baju keseharian adalah busana nan umum digunakan oleh orang Betawi dalam aktivitas mereka sehari-hari.
- Pakaian keseharian pria: Baju Sadariah
Baju budaya Betawi sehari-hari untuk laki-laki adalah baju Koko alias dikenal sebagai baju Sadariah. Umumnya baju ini berwarna polos, sedangkan bawahannya memakai celana panjang bermotif batik dengan warna dasar putih, cokelat, alias hitam.
Sebagai pelengkap identitas suku Betawi, biasanya para laki-laki memakai sarung nan di dikalungkan di pundak dan peci hitam di kepala.
- Pakaian keseharian wanita: Baju Kurung
Para wanita original Betawi memakai baju budaya sehari-hari nan terdiri atas baju kurung berwarna terang dan mencolok, kain batik dengan motif geometris sebagai bawahan, selendang berwarna sama dengan baju kurung, serta kerudung sebagai penutup kepala.
2. Baju budaya resmi
Pada era dulu, baju budaya resmi hanya dikenakan oleh para demang, ialah pemimpin wilayah pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Namun, saat ini baju budaya Betawi nan berjulukan baju ujung serong ini telah resmi digunakan sebagai busana PNS Pemda DKI Jakarta untuk hari-hari tertentu.
Baju ujung serong terdiri atas dalaman kemeja putih, jas tutup berwarna gelap, batik geometris nan dikenakan di pinggang sebatas lutut, dan celana pantotan berwarna sama dengan jas.
Aksesori pelengkapnya ialah tutup kepala berupa kopiah, kuku macan, pisau raut alias senjata semacam badik nan diselipkan di pinggang, jam rantai untuk hiasan saku, serta dasar kaki berupa sepatu pantofel.
Baju ujung serong hanya digunakan oleh para bangsawan pria, sementara untuk wanita digunakan ragam baju nan sama dengan keseharian, ialah baju kurung, kain batik, selendang, dan kerudung, serta dilengkapi dengan pernik perhiasan emas mulai dari kalung, gelang, giwang, dan cincin.
3. Baju budaya pengantin Betawi
Selain baju budaya keseharian dan resmi, ada pula baju budaya pengantin Betawi nan terkenal sejak dulu.
- Baju pengantin pria: Dandanan Care Haji
Hingga kini, baju budaya Betawi juga tetap sering dipakai masyarakat suku Betawi saat mengadakan pernikahan. Pakaian ini disebut merupakan corak akulturasi nyata dari beberapa kebudayaan, ialah budaya Arab, Tionghoa, dan Melayu.
Untuk pengantin pria, busana budaya Betawi nan digunakan berjulukan Dandanan Care Haji. Baju ini berupa jubah besar berwarna cerah (biasanya merah) dengan pernik benang keemasan, celana panjang putih, selendang nan dikenakan di bagian dada, serta topi unik nan terbuat dari sorban sebagai penutup kepala.
- Baju pengantin wanita: Dandanan Care None Pengantin Cine
Baju budaya pengantin wanita Betawi dikenal dengan nama baju Dandanan Care None Pengantin Cine. Jika baju pengantin laki-laki lekat dengan budaya Arab, baju budaya pengantin wanita justru lekat dengan budaya Tionghoa.
Baju pengantin wanita Betawi terdiri atas blus berwarna cerah dari bahan kain satin, rok gelap alias ron kun, dan hiasan kepala berupa kembang goyang dengan motif burung hong.
Selain itu, hiasan rambut berupa sanggul tiruan komplit dengan cadar di bagian wajah, hiasan kembang melati nan diikat pada sisir dan ronje juga dikenakan berbareng pernik hiasan lain nan meliputi kalung lebar, manik-manik penghias dada, gelang listring, dan selop model perahu sebagai dasar kaki.
Itulah penjelasan mengenai baju budaya Betawi, jenis-jenis, dan sejarah singkatnya. Semoga bermanfaat.
(pua/fef)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·