CNN Indonesia
Rabu, 07 Jan 2026 15:00 WIB
Ilustrasi. Masih mempunyai utang puasa Ramadan tahun lalu? Yuk, segera bayar sebelum melewati pemisah waktu tukar puasa Ramadhan. (iStockphoto/Tirachard)
Jakarta, CNN Indonesia --
Masih mempunyai utang puasa Ramadan tahun lalu? Yuk, segera bayar sebelum melewati pemisah waktu tukar puasa Ramadhan tahun lalu.
Puasa Ramadan adalah ibadah wajib bagi umat Islam, ialah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal nan membatalkan puasa lainnya, mulai dari terbit fajar (imsak) hingga mentari terbenam di bulan Ramadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski merupakan ibadah wajib, ada beberapa orang nan tidak diwajibkan menjalankan ibadah ini, seperti musafir (pelancong jauh), orang sakit, lansia renta lemah, ibu hamil, ibu menyusui (jika cemas kesehatan diri/bayi), serta wanita menstruasi dan nifas.
Namun, orang-orang nan mendapatkan keringanan tersebut kudu bayar utang puasa Ramadan mereka dengan langkah mengganti puasanya di selain bulan Ramadan alias bayar fidyah.
Pembayaran tersebut pun mempunyai pemisah waktu sendiri sehingga sebaiknya pembayaran utang puasa dilakukan secepat mungkin.
Batas waktu bayar utang puasa Ramadan
Puasa Ramadan nan ditinggalkan wajib diganti pada hari lain di luar bulan Ramadan. Dikutip dari NU Online, dalam ajaran Syafi'i nan dianut kebanyakan Muslim Indonesia, qadha puasa tetap diperbolehkan meskipun dilakukan setelah tanggal 15 Sya'ban.
Artinya, selama belum masuk Ramadan berikutnya, seseorang tetap mempunyai kesempatan untuk menunaikan tanggungjawab tersebut.
Namun demikian, Islam juga memberikan perhatian serius terhadap penundaan qadha puasa tanpa argumen nan dibenarkan.
Apabila seseorang menunda penggantian puasa lantaran kelalaian hingga datang Ramadan berikutnya, maka dia tidak hanya wajib mengqadha puasa nan ditinggalkan, tetapi juga dibebani tanggungjawab tambahan berupa fidyah.
Hal ini dijelaskan dengan merujuk pada keterangan Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja 'ala Safinatun Najah.
Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa orang nan lalai mengganti puasa sampai masuk Ramadhan berikutnya diwajibkan bayar fidyah sebesar satu mud untuk setiap hari puasa nan ditinggalkan, di samping tetap mengqadha puasanya.
Besaran satu mud ini setara dengan sekitar 543 gram makanan pokok menurut ajaran Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah. Sementara menurut ajaran Hanafiyah, ukurannya sekitar 815 gram bahan makanan pokok seperti beras alias gandum.
Oleh lantaran itu, mengganti puasa Ramadan sebaiknya dilakukan sebelum datangnya Ramadan berikutnya.
Jika seseorang menunda tanpa uzur syar'i, maka dia dianggap berdosa dan mempunyai dua tanggungjawab utama, ialah mengqadha seluruh puasa nan ditinggalkan serta bayar fidyah sebagaimana pendapat kebanyakan ulama.
Cara bayar utang puasa Ramadan
Qadha puasa Ramadhan merupakan tanggungjawab bagi setiap Muslim nan meninggalkan puasa lantaran uzur syar'i, seperti sakit alias bepergian.
Agar pelaksanaannya sah dan berbobot ibadah, krusial untuk memahami waktu pelaksanaan, niat, tata cara, serta adab-adab nan menyertainya.
Berikut langkah bayar utang puasa Ramadan nan benar.
1. Menentukan hari puasa qadha
Puasa qadha dilakukan di luar bulan Ramadan dan tidak boleh dilaksanakan pada hari-hari nan diharamkan untuk berpuasa, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
2. Berniat pada malam hari
Niat puasa qadha kudu dilakukan sebelum waktu subuh sebagai penegasan bahwa puasa tersebut diniatkan untuk mengganti puasa Ramadan.
3. Melaksanakan sahur
Sahur memang tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan lantaran mengandung keberkahan dan membantu menjaga kekuatan tubuh selama berpuasa.
4. Menjaga diri dari hal-hal nan membatalkan puasa
Selama berpuasa, hindari makan, minum, hubungan suami istri, serta perbuatan lain nan dapat membatalkan puasa alias mengurangi nilai pahala.
5. Menjaga adab dan memperbanyak kebaikan kebaikan
Puasa qadha sebaiknya diiringi dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, bershalawat, serta bersedekah agar nilai ibadah semakin sempurna.
6. Berbuka dengan doa
Saat berbuka, dianjurkan membaca doa, di antaranya:
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu. Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu saya berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu saya berbuka."
Atau angan berikut:
Dzahabazh zhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Artinya: "Telah lenyap rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala tetap ada, insya Allah."
Demikian penjelasan komplit tentangbatas waktu tukar puasa Ramadhan tahun lalu.Semoga bermanfaat
(fef/fef)
[Gambas:Video CNN]
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·