slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kasus Gagal Ginjal Di Malaysia Melonjak Pesat

Sedang Trending 2 hari yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 15:45 WIB

Lonjakan kasus kandas ginjal di Malaysia sekarang menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya beban biaya pengobatan nan meroket dalam satu dasawarsa terakhir. Ilustrasi. Lonjakan kasus kandas ginjal di Malaysia sekarang menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya beban biaya pengobatan nan meroket dalam satu dasawarsa terakhir. (iStockphoto)

Jakarta, CNN Indonesia --

Lonjakan kasus gagal ginjal di Malaysia sekarang menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya beban biaya pengobatan nan terus meroket dalam satu dasawarsa terakhir.

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad mengungkapkan bahwa Malaysia kudu mengeluarkan hingga sekitar Rp14 triliun per tahun untuk menangani penyakit ginjal stadium akhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada 2010, Malaysia menghabiskan Rp2,4 triliun untuk pengobatan penyakit ginjal stadium akhir. Saat ini, biaya tersebut telah melonjak menjadi sekitar Rp14 triliun per tahun," kata Dzulkefly, Minggu (12/4) seperti dilansir dari The Star.

Lonjakan ini menunjukkan peningkatan lebih dari lima kali lipat dalam kurun waktu sekitar 15 tahun.

Kenaikan biaya ini menunjukkan meningkatnya jumlah pasien sekaligus kompleksitas penanganan penyakit ginjal kronis nan semakin tinggi.

Pemerintah Malaysia menemukan bahwa glukosuria sebagai salah satu aspek utama dibalik tingginya nomor kandas ginjal. Untuk mengatasi perihal ini, biaya dari pajak minuman manis dimanfaatkan untuk pembiayaan pengobatan sekaligus menekan akibat komplikasi.

"Dana ini sepenuhnya dimanfaatkan untuk membiayai inhibitor protein pengangkut natrium glukosa (SGLT2), pengobatan nan sangat inovatif nan terbukti dapat mengobati pasien glukosuria melitus sekaligus mengurangi akibat komplikasi dari penyakit ginjal kronis," katanya.

Sebagai strategi efisiensi, Kementerian Kesehatan Malaysia juga memperkuat kebijakan PD (peritoneal dialysis). Metode ini memungkinkan pasien menjalani dialisis secara berdikari di rumah.

"Pendekatan ini memberikan kemandirian nan lebih besar bagi pasien, mengurangi kepadatan di pusat perawatan, dan menurunkan biaya perawatan kesehatan," ujarnya.

Pemerintah apalagi mengalokasikan biaya sekitar Rp172 miliar unik untuk terapi ini pada tahun 2025.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Persentase pasien nan menjalani peritoneal dialysis di akomodasi pemerintah meningkat menjadi 42 persen pada 2025, dibandingkan 36,6 persen pada 2020.

Sebanyak 3.161 pasien telah merasakan faedah langsung dari program ini.

[Gambas:Video CNN]

Dzulkefly menyebut, setelah pandemi Covid-19, Malaysia sekarang menghadapi pandemi baru berupa penyakit tidak menular.

Salah satu akibat paling mengkhawatirkan adalah meningkatnya kasus kandas ginjal, nan tidak hanya berakibat pada kualitas hidup pasien tetapi juga membebani sistem kesehatan nasional.

Lonjakan kasus kandas ginjal ini menjadi sirine bahwa penyakit kronis dapat berkembang menjadi krisis besar jika tidak dicegah sejak dini.

Pemerintah Malaysia sekarang menghadapi tantangan ganda, ialah menekan kasus baru melalui pencegahan, sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan pengobatan nan nilainya sudah mencapai batas triliun setiap tahun.

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru