Jakarta, CNN Indonesia --
Saat berat badan turun, banyak orang penasaran tentang ke mana sebenarnya lemak nan lenyap itu pergi.
Apakah lemak tersebut betul-betul menguap lewat keringat? Atau mungkin ikut luruh berbareng tinja saat buang air besar?
Banyak nan percaya bahwa lemak keluar dari tubuh melalui keringat alias tinja. Oleh karena itu, tidak sedikit orang nan berupaya berkeringat lebih banyak alias minum obat pencahar agar sering buang air besar demi menurunkan berat badan.Namun, benarkah demikian?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari WebMD, ketika tubuh membakar lemak, terjadi proses metabolisme nan menghasilkan dua unsur utama sebagai produk buangan, ialah air dan karbon dioksida. Kedua unsur ini kemudian keluar dari tubuh melalui tiga cara.
Pertama, melalui keringat nan keluar dari kulit. Kedua, air juga dikeluarkan lewat ginjal dalam corak urine. Ketiga, karbon dioksida dikeluarkan lewat paru-paru saat Anda bernapas.
Meski demikian, sel-sel lemak tetap ada di dalam tubuh, hanya saja ukurannya mengecil ketika Anda kehilangan berat badan.
Layaknya balon nan mengempis saat udara dikeluarkan, sel lemak bakal menyusut, tetapi tidak lenyap selain diangkat melalui liposuction.
Proses pembakaran lemak
Untuk lebih jauh memahami ke mana hilangnya lemak ketika berat badan turun, Anda perlu tahu proses pembakaran lemak.
Sederhananya, seperti dikutip dari Eat This Not That, hilangnya lemak tubuh berangkaian erat dengan norma energi. Ketika Anda mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada nan dibakar tubuh, maka tubuh bakal menggunakan simpanan lemak sebagai sumber energi.
Nah, gimana simpanan lemak ini dibakar? Berikut ini tiga prosesnya, seperti dilansir dari laman Functional Medicine of Idaho.
1. Lipolisis: memecah simpanan lemak
Ilustrasi. Ada beberapa langkah tubuh membakar lemak. (iStock/ozgurdonmaz)
Ketika tidak ada asupan makanan lagi untuk diubah menjadi energi, persediaan daya berupa lemak bakal digunakan. Di sinilah lipolisis terjadi, ialah proses pemecahan lemak.
Lemak tersimpan di dalam trigliserida. Ketika tubuh memerlukan energi, enzim memecah lemak dalam trigliserida tersebut menjadi masam lemak bebas dan gliserol.
Kedua corak unsur inilah nan dijadikan sebagai daya baru. Proses ini terjadi di area penyimpanan lemak, sebagian besar di bawah kulit dan di sekitar organ dalam tubuh.
2. Transport dan oksidasi: pengiriman dan pembakaran bahan bakar
Setelah masam lemak dan gliserol dilepaskan, mereka diangkut oleh darah ke beragam jaringan tubuh nan memerlukan daya saat Anda berolahraga, misalnya di otot.
Di dalam sel, mitokondria berfaedah sebagai 'pembangkit listrik mini'. Asam lemak masuk ke mitokondria dan dipecah menjadi bagian-bagian mini melalui proses beta-oksidasi.
Kemudian bagian-bagian ini dibakar dalam siklus masam sitrat (Krebs cycle) untuk menghasilkan ATP namalain daya nan digunakan tubuh untuk beraktivitas.
3. Hormon berkedudukan sebagai pengatur lampau lintas energi
Ada beberapa hormon di dalam tubuh nan berfaedah seperti lampu lampau lintas untuk mengatur kapan dan gimana lemak dibakar.
Hormon insulin berkedudukan sebagai lampu merah nan muncul setelah makan, memerintahkan tubuh untuk menyimpan daya dan menghalang pembakaran lemak.
Glukagon menjadi lampu hijau nan menyala saat kadar gula darah rendah, memicu pembakaran lemak. Kemudian adrenalin menjadi lampu kuning berkedip saat berolahraga, meningkatkan debar jantung dan pembakaran lemak.
Ada pula kortisol, hormon stres nan bisa meningkatkan pembakaran lemak tetapi juga memicu penyimpanan lemak, terutama di area perut. Hormon-hormon ini bekerja berbareng untuk menjaga keseimbangan antara penyimpanan dan pembakaran lemak sesuai kebutuhan tubuh.
Cara mudah membakar lemak dengan cepat
Ilustrasi. Olahraga jadi langkah paling efektif untuk membakar lemak. (Istockphoto/ Marija Jovovic)
Lemak nan menumpuk kudu dibakar secara efektif agar berat badan turun dengan optimal. Salah satunya, dengan memperbanyak bergerak dan olahraga.
Sebagaimana dijelaskan dalam WebMD, lemak sebenarnya digunakan sebagai bahan bakar untuk semua aktivitas nan dilakukan tubuh saat berolahraga.
Olahraga adalah kunci membakar lemak. Saat tubuh bergerak, lemak digunakan sebagai bahan bakar.
Pilih jenis olahraga nan Anda sukai, seperti berenang, menari, jalan kaki, yoga, alias joging agar lebih konsisten.
Tidur nan cukup juga sangat penting. Saat tidur, tubuh tetap membakar kalori dan memulihkan energi. Kurang tidur justru bisa menghalang proses pembakaran lemak.
(rea/asr)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·