Jakarta, CNN Indonesia --
Kecelakaan yang melibatkan kendaraan komersial seperti truk, pikulan barang, hingga bus tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar kejadian lampau lintas di Indonesia. Berbagai kasus seolah berulang, di mana penyebab utama juga disebut tetap tetap sama ialah pengemudi.
Ahmad Wildan, Senior Investigator, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menyebut 99 persen kecelakaan lampau lintas nan terjadi lantaran aspek pengemudi. Alasannya bisa beragam mulai dari kondisi tubuh alias kebugaran, tidak kompeten, hingga kurang disiplinnya pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya kecelakaan di jalan itu terjadi lantaran aspek pengemudi. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci krusial dalam meningkatkan keselamatan transportasi," ungkap Wildan ditemui di Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4).
Faktor kedua, dia menerangkan berasal dari kendaraan. Menurut dia kendaraan nan dirawat baik dan melalui pengecekan rutin semestinya tak menjadi biang kecelakaan lampau lintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan itu bisa salah dari awal, salah pada saat memelihara alias salah saat dioperasikan," ungkap dia.
Wildan melanjutkan penyebab lainnya mengenai jalan alias lintasan nan dinilai tak memadai alias minim fasilitas. Ia juga menyinggung soal kendaraan dengan dimensi serta muatan berlebih nan sekarang kerap menjadi penyebab utama kecelakaan lampau lintas di Indonesia.
"Kemudian ERP alias emergency response plan. Jika kandas menangani, maka akibat bisa meluas alias fatalitas meningkat," ucap dia.
Hal nan sama turut diungkap Hino Motor Sales Indonesia (HMSI), sebagai salah satu perwakilan kendaraan komersial di Tanah Air. Menurut Pieter Andre, Training Division Head HMSI, training pengemudi dan manajemen perawatan kendaraan merupakan sebuah investasi keselamatan.
"Pengemudi kendaraan niaga mempunyai tanggung jawab besar. Pelatihan nan berkepanjangan bakal meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan nan baik memastikan kendaraan selalu laik jalan," ujar Pieter.
Wildan menambahkan setiap perusahaan alias operator transportasi wajib mempunyai manajemen keselamatan nan betul mulai dari pengemudi kudu dipastikan bugar, kompeten, dan disiplin saat mengoperasikan kendaraan. Selain itu pengemudi juga dirasa perlu dalam memahami lintasan nan bakal dilalui.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·