Jakarta, CNN Indonesia --
Konsumen mobil bekas di Indonesia dari kalangan urban, terutama generasi milenial dan Gen Z, disebut semakin pandai dan kritis saat datang ke dealer. Sebelum menginjakkan kaki di dealer, mereka dikatakan sudah riset dulu secara online.
Riset ini meliputi pencarian info soal harga, spesifikasi sampai rekam jejak penjual. Lebih dari 70 persen calon pembeli mobil jejak dikatakan memulai perjalanannya secara online, kemudian datang ke dealer untuk memandang bentuk mobil jejak sasaran kemudian test drive.
"Konsumen sekarang datang ke showroom sudah lebih siap dan lebih kritis," tutur Jany Candra, Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. operator platform jual beli mobil jejak Caroline.id di keterangan resminya, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah tahu nilai pasaran dan nan paling penting, mereka sudah tahu pertanyaan apa nan kudu diajukan," katanya lagi.
Pergeseran perilaku konsumen itu menggerakkan platform ini menyediakan jasa situs online nan bisa menelusuri lebih dari 600 mobil bekas. Jika riset online selesai, mereka juga menyediakan 18 bagian di Jabodetabek, Karawang dan Bandung buat melanjutkan riset bentuk sampai transaksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beda dari marketplace mobil jejak lain, setiap unit nan ditawarkan milik sendiri dan sudah melalui inspeksi 150 titik oleh inspektor terlatih. Unit nan dijual bisa dipastikan bebas banjir dan kecelakaan serta siap langsung digunakan dengan agunan 1 tahun.
Garansi itu meliputi tujuh sistem utama kendaraan sekaligus, ialah mesin, transmisi, AC, rem, kelistrikan, sistem penggerak, dan kemudi.
Layanan seperti ini bisa memudahan calon konsumen memilih mobil jejak nan kondisinya baik. Selain itu juga mengurangi waktu reparasi alias perawatan serta potensi penipuan dibanding membeli di marketplace terbuka alias ke perorangan.
(fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·