slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kunci Mood Stabil Sepanjang Hari, Ternyata Cukup 'pakai' Matahari

Sedang Trending 3 hari yang lalu

CNN Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 09:45 WIB

Paparan sinar mentari pagi 10-30 menit bantu stabilkan mood, tingkatkan energi, dan perbaiki kualitas tidur. Ilustrasi. Sinar mentari rupanya bisa bikin mood kondusif seharian. (iStockphoto/nicoletaionescu)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bangun pagi lampau terkena sinar matahari mungkin terdengar sepele. Namun, kebiasaan sederhana ini rupanya bisa berakibat besar pada suasana hati.

Paparan sinar matahari, terutama di pagi hari, diketahui berkedudukan krusial dalam menjaga mood tetap stabil. Cukup 10 hingga 30 menit saja, tubuh sudah bisa merasakan pengaruh positifnya.

Melansir Cleveland Clinic, sinar mentari membantu tubuh memproduksi vitamin D sekaligus memengaruhi beragam kegunaan penting, mulai dari energi, kualitas tidur, hingga suasana hati. Ada argumen ilmiah kenapa hari nan cerah sering membikin emosi terasa lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paparan sinar mentari dapat merangsang bagian otak nan berangkaian dengan produksi serotonin.

Serotonin dikenal sebagai 'hormon bahagia' lantaran berkedudukan dalam mengatur suasana hati. Ketika kadarnya meningkat, seseorang condong merasa lebih tenang, bahagia, dan tidak mudah stres.

Sebaliknya, kurangnya paparan sinar mentari dapat membikin kadar serotonin menurun. Kondisi ini bisa memicu emosi murung, mudah lelah, hingga meningkatkan akibat gangguan seperti kekhawatiran dan depresi.

Berpengaruh pada daya dan kualitas tidur

Tak hanya soal mood, sinar mentari pagi juga berkedudukan dalam mengatur ritme sirkadian alias jam biologis tubuh. Paparan sinar di pagi hari memberi sinyal pada otak bahwa tubuh kudu mulai aktif.

Di saat nan sama, produksi melatonin, hormon nan memicu rasa kantuk bakal ditekan. Hasilnya, tubuh terasa lebih segar di siang hari dan lebih mudah tidur pada malam hari.

Mengutip Mayo Clinic, kurangnya paparan sinar dapat memengaruhi keseimbangan unsur kimia di otak, termasuk serotonin, nan akhirnya berakibat pada mood, energi, dan kualitas tidur. Saat tubuh kekurangan sinar alami, seseorang bisa merasa lebih sigap capek dan emosinya menjadi tidak stabil.

Perubahan ini terjadi lantaran gangguan pada hormon dan sistem saraf nan mengatur suasana hati. Dampaknya tidak hanya pada perasaan, tetapi juga pada pola tidur dan tingkat daya sehari-hari.

Itulah sebabnya, pada musim dengan paparan sinar mentari nan lebih sedikit, sebagian orang lebih rentan mengalami gangguan mood seperti seasonal affective disorder (SAD).

Waktu terbaik untuk mendapatkan faedah sinar mentari adalah pagi hari, saat intensitasnya belum terlalu terik dan relatif lebih kondusif bagi kulit.

Untuk mulai merasakan manfaatnya, Anda bisa menerapkan kebiasaan sederhana, seperti melangkah santuy di pagi hari, membuka jendela agar sinar masuk, alias duduk di luar rumah selama beberapa menit.

Agar hasilnya lebih optimal, imbangi dengan style hidup sehat seperti tetap aktif bergerak, cukup istirahat, dan menjaga pola makan seimbang. Menjaga mood tetap stabil tidak selalu kudu rumit, kadang, cukup dengan berjemur di pagi hari, tubuh dan pikiran bisa terasa jauh lebih baik.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru