Jakarta, CNN Indonesia --
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi alias SNBP adalah jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) nan tidak menggunakan tes tulis sebagai dasar seleksi. Proses ini menitikberatkan pada nilai rapor serta capaian prestasi akademik maupun non-akademik siswa selama di sekolah.
SNBP menjadi salah satu jalur bergengsi nan banyak diminati lantaran memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa kudu mengikuti ujian tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan jalur tes seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sistem seleksi SNBP didesain untuk menghargai konsistensi belajar dan prestasi nan telah dibangun sejak awal masa sekolah.
Apa itu SNBP?
Melalui sistem SNBP, sekolah berkedudukan aktif dalam menilai sekaligus merekomendasikan siswanya berasas info akademik nan terverifikasi di Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).
Nilai rapor nan digunakan dalam penilaian mencakup semester 1 hingga semester 5 bagi SMA/MA, alias hingga semester 7 untuk SMK empat tahun.
Selain rapor, aspek krusial lain nan menjadi bahan pertimbangan adalah prestasi siswa di bagian akademik maupun non-akademik. Setiap peserta dapat mencantumkan hingga tiga prestasi terbaik nan pernah diraih selama menempuh pendidikan di sekolah.
Prestasi ini bisa berupa lomba sains, karya ilmiah, olahraga, seni, alias aktivitas lain nan diakui secara resmi dan relevan dengan bagian nan diminati di perguruan tinggi.
Seluruh proses pendaftaran SNBP tidak dikenakan biaya. Artinya, siswa dapat mengikuti jalur ini secara cuma-cuma asalkan memenuhi persyaratan nan telah ditentukan.
Salah satu syarat utama adalah status siswa kelas 12 nan tetap aktif serta telah terdaftar di PDSS dengan info nilai rapor nan komplit dan valid. Setelah info diunggah oleh sekolah, siswa dapat melakukan pendaftaran dan memilih program studi di perguruan tinggi negeri sesuai ketentuan kuota masing-masing sekolah.
Kuota sekolah untuk mengikuti SNBP berbeda-beda, tergantung legalisasi lembaga pendidikan tersebut. Sekolah dengan legalisasi A mempunyai kuota lebih besar dibandingkan sekolah dengan legalisasi B alias C.
Ketentuan ini bermaksud menjaga pemerataan kesempatan bagi siswa di seluruh Indonesia tanpa mengabaikan kualitas lembaga pendidikan.
Secara umum, SNBP menekankan kelebihan prestasi dan rekam jejak akademik. Jalur ini menjadi corak apresiasi terhadap siswa nan konsisten dalam belajar dan menunjukkan dedikasi tinggi selama menempuh pendidikan di sekolah.
Meski begitu, siswa nan belum lolos melalui SNBP tetap mempunyai kesempatan lain melalui Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) nan menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebagai dasar seleksi.
Sebagai ringkasan, berikut beberapa perihal krusial tentang SNBP nan perlu diketahui calon peserta:
- Berbasis prestasi. Penilaian didasarkan pada nilai rapor dan maksimal tiga prestasi terbaik/unggul selama sekolah.
- Data terintegrasi. Semua nilai dan info siswa diambil dari Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).
- Melampirkan hasil TKA. Siswa nan mendaftar SNBP 2026 kudu mempunyai nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemendikdasmen.
- Kuota berbeda. Jumlah siswa nan bisa mendaftar melalui SNBP tergantung legalisasi sekolah.
- Berbeda dari SNBT. SNBP mengutamakan prestasi, sedangkan SNBT berbasis tes tulis UTBK.
- Tanpa biaya pendaftaran. Seluruh proses SNBP cuma-cuma dan dapat diikuti oleh siswa nan memenuhi syarat.
Dengan memahami secara utuh apa itu SNBP, siswa dapat menyiapkan diri lebih baik sejak dini, tidak hanya dengan mengejar nilai tinggi, tetapi juga dengan membangun rekam prestasi nan konsisten sebagai bekal menuju perguruan tinggi negeri impian.
(asp/fef)
[Gambas:Video CNN]
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·