Jakarta, CNN Indonesia --
Seiring berkembangnya konsep pernikahan, banyak nan sekarang menjadikan bridesmaid sebagai bagian dari estetika visual. Namun, di kembali busana seragam dan senyum di altar, terdapat sejarah panjang nan membentuk peran ini.
Jika dirunut dari awal, tradisi pendamping pengantin konon berasal dari era Romawi Kuno, ketika mereka mengenakan busana serupa dengan pengantin untuk membingungkan roh jahat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan komplit mengenai bridesmaid nan dilansir dari beragam sumber.
Mengenal bridesmaid
Menurut penjelasan di laman Vogue Ballroom, bridesmaid alias pendamping pengantin adalah wanita nan dipilih oleh pengantin wanita untuk memberikan support selama masa persiapan hingga prosesi pernikahan berlangsung.
Biasanya, nan terpilih adalah sahabat dekat, kerabat perempuan, sepupu, alias kerabat wanita lain nan mempunyai hubungan spesial dengan mempelai wanita. Dahulu peran ini hanya diperuntukkan bagi wanita nan belum menikah.
Asal-usul budaya bridesmaid
Tradisi pendamping pengantin menurut laman Wedding Wire berakar dari budaya Barat. Salah satu kisah asal-usul nan paling dikenal berasal dari cerita Yakub dalam Alkitab.
Dua istrinya, Rahel dan Lea, diantar menuju pernikahan oleh para pelayan wanita mereka. Dari sinilah muncul pendapat tentang kehadiran pendamping bagi pengantin wanita.
Pada masa lalu, peran bridesmaid dijalankan oleh pelayan alias asisten pribadi mempelai perempuan, bukan berasas kedekatan hubungan. Namun seiring waktu, tradisi ini berubah.
Kini, bridesmaid biasanya dipilih dari kalangan orang-orang terdekat seperti sahabat, kerabat perempuan, alias kerabat nan punya ikatan emosional kuat dengan calon pengantin.
Dalam praktik modern, posisi bridesmaid umumnya diisi oleh wanita muda nan cukup dewasa untuk membantu mempersiapkan dan mendampingi proses pernikahan.
Tugas dan peran bridesmaid
Menjadi bridesmaid bukan hanya soal tampil elok di altar, peran ini mencakup tanggung jawab nyata, baik sebelum maupun saat hari pernikahan berlangsung. Tugas-tugas mereka meliputi support emosional, support praktis, hingga memastikan semua melangkah lancar sesuai rencana. Berikut selengkapnya:
1. Sebelum hari-H
Salah satu tugas awal bridesmaid adalah mendampingi pengantin saat mencari busana pengantin. Mereka juga membantu memilih busana untuk para bridesmaid agar selaras dengan tema dan style pernikahan.
Selain itu, banyak juga nan terlibat dalam proyek do-it-yourself (DIY), seperti membikin undangan dan suvenir, hingga menghias hiasan secara manual untuk memberi sentuhan personal. Mereka juga bisa membantu mencatat RSVP, menyusun tempat duduk, hingga merancang bridal shower.
2. Saat aktivitas pra-pernikahan
Bridesmaid diharapkan datang dalam seluruh rangkaian aktivitas menjelang pernikahan, mulai dari pesta pertunangan hingga bridal shower dan bachelorette party. Kehadiran mereka krusial untuk merayakan setiap momen spesial berbareng calon pengantin.
Tak jarang, mereka mendapat peran sebagai panitia, mengurus konsep acara, permainan, dan hiburan. Selain itu, mereka wajib datang di rehearsal dinner untuk latihan sebelum hari H agar tahu perannya masing-masing ketika acara.
3. Pada hari pernikahan
Saat hari pernikahan tiba, tugas pendamping pengantin dimulai sejak pagi hari. Mereka membantu mempelai dalam beragam perihal mini seperti memperbaiki rambut, menyempurnakan riasan, alias sekadar menenangkan suasana hati.
Lalu, sepanjang acara, bridesmaid ikut membantu mengarahkan tamu, menjawab pertanyaan, dan menjadi penghubung antara family pengantin dan vendor jika terjadi hambatan teknis. Kehadiran mereka sangat krusial untuk menjaga aktivitas tetap melangkah sesuai rencana.
Itulah penjelasan komplit mengenai apa itu bridesmaid hingga peran pentingnya dalam aktivitas pernikahan. Semoga bermanfaat.
(han/juh)
[Gambas:Video CNN]
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·