Jakarta, CNN Indonesia --
Organ penyusun sistem mobilitas pada manusia terdiri atas dua organ utama, ialah rangka dan otot. Kedua organ ini bekerja sama secara selaras sehingga manusia dapat melakukan beragam aktivitas.
Rangka atau tulang berkedudukan sebagai perangkat mobilitas pasif lantaran tidak bisa bergerak tanpa support otot. Sementara otot merupakan perangkat mobilitas aktif lantaran mempunyai keahlian untuk berkontraksi dan berelaksasi secara mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerja sama antara otot dan rangka tersebut dikenal dengan istilah sistem mobilitas manusia. Berikut penjelasan mengenai masing-masing organ penyusun sistem gerak, ialah sistem rangka dan otot, dilengkapi fungsinya.
1. Sistem rangka manusia
Mengutip buku Ipa Terpadu VIII A untuk Sekolah Menengah Pertama dan MTS nan terbitan Grasindo, organ penyusun sistem mobilitas manusia dibentuk oleh dua sistem organ, ialah sistem rangka dan sistem otot.
Dalam sistem rangka manusia, terbagi menjadi dua ialah tulang dan persendian. Berikut masing-masing fungsinya.
Tulang
Sistem rangka manusia adalah kumpulan dari 206 tulang nan saling berasosiasi satu sama lain membentuk sistem gerak. Rangka tubuh manusia mempunyai kegunaan nan berbeda, antara lain:
- memberi corak tubuh,
- melindungi bagian-bagian tubuh nan lemah,
- menegakkan tubuh,
- tempat melekatnya otot-otot rangka,
- sebagai perangkat mobilitas pasif,
- sebagai tempat produksi sel-sel darah merah, dan
- sebagai tempat persediaan kalsium dan fosfat.
Tulang penyusun rangka tubuh manusia kemudian dibedakan lagi berasas letak alias posisi, bentuk, dan struktur jaringan penyusunnya.
Persendian
Selain tulang, persendian termasuk ke dalam sistem rangka manusia. Organ ini krusial lantaran membikin bagian-bagian tubuh tertentu dapat bergerak secara bebas.
Namun, tidak semua bagian tubuh dapat digerakkan dengan pola nan sama. Perhatikan saja, apakah kepala kalian bisa diputar penuh 360 derajat? Atau apakah kepala bisa digerakkan ke samping kanan dan kiri saja?
Hal ini pun bertindak dengan tangan dan kaki, masing-masing mempunyai arah serta jenis aktivitas nan berbeda-beda.
Kondisi tersebut dapat terjadi lantaran persendian alias artikulasi adalah hubungan antara tulang dengan tulang. Hubungan itu kadang lenggang sehingga membikin kedua tulang nan berasosiasi dapat bergerak bebas.
Selain itu, ada pula hubungan antar-tulang nan sangat erat nan memungkinkan tak adanya aktivitas sama sekali.
2. Sistem otot manusia
Otot merupakan bagian dari sistem mobilitas aktif manusia. Jaringan tersebut tugasnya berkontraksi dan mengubah daya kimia menjadi daya mekanik sehingga tubuh dapat bergerak, menjaga postur, dan menghasilkan panas.
Otot menghasilkan dua jenis gerakan, ialah aktivitas nan tampak dari luar dan aktivitas nan tak terlihat. Gerakan nan bisa diamati secara langsung meliputi perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain seperti melangkah alias menggerakkan tangan.
Untuk contoh aktivitas nan tidak terlihat secara langsung terjadi di dalam tubuh, contohnya mobilitas peristaltik pada sistem pencernaan, degub jantung nan terus berdebar sepanjang waktu, alias pelebaran serta penyempitan pembuluh darah.
Selain itu, kontraksi otot juga membantu menjaga suhu tubuh. Misalnya, saat kedinginan, tubuh bakal menggigil lantaran otot berkontraksi untuk menghasilkan panas.
Walau tampak sederhana, rupanya sistem otot mempunyai kegunaan nan krusial lantaran secara garis besar menggerakan organ-organ vital di dalam tubuh manusia.
Otot manusia secara umum terdiri dari tiga jenis, antara lain:
- otot lurik (otot rangka),
- otot polos, dan
- otot jantung.
Itulah organ penyusun sistem mobilitas nan terdiri dari dua organ utama. Selamat belajar.
(san/juh)
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·