slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Panduan Mengganti Puasa Qadha Ramadhan: Tata Cara Hingga Niat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 24 Jan 2026 15:00 WIB

Menjelang Ramadhan 2026, pastikan utang puasa lunas. Ini pedoman komplit puasa qadha Ramadhan sesuai hukum Islam. Ilustrasi. Sebelum masuk Ramadhan 2026, sebaiknya segera bayar utang puasa tahun 2025 bagi nan memilikinya. (iStockphoto/MuhammadAlimaki)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mendekati bulan Ramadhan 2026, memastikan seluruh utang puasa telah dilunasi menjadi perihal krusial bagi setiap Muslim. Jika tetap bingung gimana tata caranya, berikut pedoman komplit mengganti puasa qadha Ramadhan sesuai rekomendasi Islam.

Dalam Islam, puasa Ramadhan mempunyai kedudukan nan sangat krusial sebagai salah satu rukun Islam. Karena itu, ketika seseorang meninggalkannya lantaran argumen tertentu, mengganti puasa di luar bulan Ramadhan menjadi corak ketaatan dan kesungguhan dalam beribadah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu puasa qadha?

Menurut penjelasan dalam kitab Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al-Qurawy, puasa qadha adalah puasa nan dilakukan untuk mengganti puasa wajib nan ditinggalkan.

Puasa ini bertindak bagi seseorang nan tidak dapat menjalankan puasa Ramadhan lantaran adanya uzur nan dibenarkan syariat, tanpa unsur kesengajaan meninggalkan kewajiban.

Uzur nan membolehkan seseorang tidak berpuasa antara lain sakit, berjalan jauh, alias kondisi lain nan dibenarkan secara syar'i. Dalam keadaan tersebut, seseorang diperbolehkan tidak berpuasa, namun tetap mempunyai tanggungjawab menggantinya di luar bulan Ramadhan.

Puasa qadha juga bertindak bagi wanita nan mengalami menstruasi alias nifas. Berdasarkan sabda nan diriwayatkan dari Aisyah RA, wanita nan mengalami menstruasi diperintahkan mengganti puasa nan ditinggalkan, namun tidak diwajibkan mengganti salat.

"Terdapat sesuatu (haid) nan menimpa kami, dan kami diperintahkan untuk mengganti puasa, dan tidak diperintahkan untuk mengganti salat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara mengganti puasa qadha Ramadhan

1. Membaca Niat Qadha Puasa Ramadhan

Mengganti puasa qadha Ramadhan wajib diawali dengan niat nan dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Karena termasuk puasa wajib, niat tidak boleh dilakukan setelah subuh sebagaimana puasa sunnah.

Berikut referensi niat qadha puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi Ramadhāna lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadhan lantaran Allah Ta'ala."

2. Menentukan waktu mengganti qadha puasa

Qadha puasa Ramadhan dapat dilakukan sejak berakhirnya bulan Ramadhan hingga sebelum masuk Ramadhan berikutnya. Rentang waktu ini memberikan kelonggaran bagi orang nan mempunyai uzur alias kesibukan tertentu.

Dalam riwayat Aisyah RA disebutkan bahwa beliau terkadang mempunyai utang puasa Ramadhan dan baru dapat menggantinya pada bulan Sya'ban. Hal ini menunjukkan qadha puasa tetap sah selama dilakukan sebelum Ramadhan selanjutnya.

Namun, menunda qadha tanpa argumen nan dibenarkan hukum hingga masuk Ramadhan berikutnya tidak dianjurkan dan mempunyai akibat norma tersendiri.

3. Tata langkah penyelenggaraan qadha puasa

Pelaksanaan qadha puasa Ramadhan secara teknis sama dengan puasa Ramadhan. Seseorang wajib menahan diri dari makan, minum, serta segala perihal nan membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain menahan lapar dan dahaga, orang nan menjalankan puasa qadha juga dianjurkan menjaga lisan, perilaku, dan niat agar puasanya berbobot ibadah secara sempurna. Tidak ada ibadah unik tambahan nan membedakan puasa qadha dengan puasa Ramadhan.

4. Boleh dilakukan berturut-turut alias terpisah

Qadha puasa Ramadhan boleh dilakukan secara berturut-turut alias terpisah-pisah. Syariat tidak mewajibkan urutan hari dalam pelaksanaannya, selama jumlah hari nan diganti sesuai dengan puasa nan ditinggalkan.

5. Ketentuan jika qadha puasa ditunda hingga Ramadhan berikutnya

Apabila seseorang mempunyai keahlian dan kesempatan untuk mengqadha puasa, namun sengaja menundanya hingga masuk Ramadhan berikutnya, dia tetap wajib mengqadha puasa tersebut serta bayar fidyah.

Besaran fidyah adalah satu mud (sekitar tujuh ons makanan pokok) untuk setiap satu hari puasa nan ditinggalkan.

Hal ini dijelaskan dalam sabda berikut:

"Barang siapa menemui bulan Ramadhan, dan dia tidak berpuasa lantaran sakit, kemudian dia sembuh dan tidak mengganti (qadha) puasanya hingga menemui bulan Ramadhan berikutnya, maka dia kudu (tetap) menggantinya di kemudian hari serta memberi makan orang miskin (membayar fidyah) tiap satu hari (satu mud)." (HR. Imam Ad-Daruquthni dan Imam Baihaqi)

Demikian penjelasan komplit mengenai langkah mengganti puasa qadha Ramadhan. Semoga info ini berfaedah dan membantu mempersiapkan ibadah menjelang Ramadhan.

(han/tis)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru