Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar tindakan pembersihan ikan sapu-sapu secara massal dan serentak di lima wilayah kota manajemen pada Jumat (17/4) pagi.
"Besok pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota nan ada di Jakarta bakal mengadakan aktivitas untuk pembersihan ikan sapu-sapu," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk melakukan pembersihan besar-besaran ini didasari oleh temuan laboratorium nan menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu di perairan Jakarta mengandung logam berat berbahaya.
Pramono menjelaskan bahwa unsur dalam tubuh ikan tersebut telah melampaui periode pemisah aman, sehingga keberadaannya di lingkungan sangat berisiko bagi manusia.
"Dari hasil laboratorium, nyaris semua ikan nan dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram, dia lebih dari itu. Sehingga bakal sangat rawan jika dikonsumsi," ujar Pramono.
Selain aspek kesehatan, tindakan hari Jumat ini juga menyasar perbaikan bentuk sungai nan rusak akibat pola hidup ikan sapu-sapu.
Pramono menyebut ikan ini kerap menghancurkan struktur tembok sungai dan menyantap telur-telur ikan original Jakarta, sehingga pembersihan menjadi langkah mendesak untuk menyelamatkan lingkungan.
"Ikan ini cukup membahayakan dan kami sudah memutuskan dalam rapat tadi, di lima wilayah kita bakal adakan aktivitas untuk mengurangi ikan sapu-sapu," ujar Pramono.
Normalisasi saluran air
Aksi nan dimulai Jumat pagi itu dirancang sebagai aktivitas lingkungan nan komprehensif.
Selain konsentrasi pada perburuan ikan sapu-sapu, petugas di lapangan juga bakal melakukan pengangkutan sedimen lumpur guna meningkatkan daya tampung sungai dan saluran air.
Pramono menegaskan bahwa konsentrasi utama aktivitas ini adalah memperbaiki sistem perairan Jakarta secara keseluruhan.
Upaya perbaikan saluran air dan pengerukan lumpur bakal melangkah beriringan dengan pemusnahan jenis invasif tersebut.
"Tapi tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air dan sebagainya," ujarnya.
Operasi penangkapan ikan sapu-sapu sebelumnya dilakukan di Kali Cideng, tepatnya di depan Plaza Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut melibatkan 100 personel campuran dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta hingga Gulkarmat Jakarta Pusat.
Dalam operasi tersebut, petugas menangkap 41 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar nan dinilai mengganggu ekosistem sungai.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan penangkapan itu merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran jenis invasif di sungai-sungai Jakarta.
Ia menambahkan langkah serupa sebelumnya juga sudah dilakukan di Kali Ciliwung.
(fra/kna/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·