slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Pengertian Ilmu Tasawuf, Prinsip, Dan Jenis-jenisnya Dalam Islam

Sedang Trending 10 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tasawuf adalah pengetahuan membersihkan hati dari nan mengganggu perasaan, menjauhi hawa nafsu, dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar denganNya.

Ada beberapa pengertian ilmu tasawuf dari para ustadz nan dapat dipelajari untuk mengetahui seperti apa pengetahuan tasawuf ini. Selain itu terdapat tiga jenis alias bagian dari tasawuf, ialah tasawuf falsafi, tasawuf akhlaki, dan tasawuf amali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum dari beragam sumber, berikut pengertian apa itu tasawuf, prinsip, dan jenis-jenisnya.

Pengertian tasawuf

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tasawuf adalah aliran (cara dan sebagainya) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga memperoleh hubungan langsung secara sadar denganNya.

Dikutip dari buku Ilmu Tasawuf, secara etimologis, kata tasawuf berasal dari bahasa Arab yakni tashawwafa, yatashawwafu. Selain itu, ada nan menyebut tasawuf berasal dari kata shaf.

Kata shaf dalam bahasa Arab berfaedah bulu domba. Maksudnya adalah penganut tasawuf hidupnya sederhana tetapi berhati mulia, menjauhi busana sutra, dan memakai wol kasar.

Pengertian tasawuf dapat dimaknai menjadi beberapa macam. Berikut pengertian tasawuf secara terminologi dari para ahli.

1. Sayyed Hussein Nasr

Menurut Sayyed Hussein Nasr, tasawuf adalah upaya melatih jiwa dengan beragam kegiatan yang dapat membebaskan manusia dari pengaruh kehidupan duniawi dan mendekatkannya kepada Allah sehingga jiwanya bersih dan memancarkan adab mulia.

Tasawuf secara asasi mengingatkan manusia siapa dia sebenarnya. Artinya manusia dibangunkan dari mimpinya nan disebut dengan kehidupan sehari-hari dan jiwanya nan mempunyai timbangan objektif itu bebas dari pembatasan penjara khayali ego.

2. Al-Junaidi

Definisi tasawuf menurut Al-Junaidi adalah membersihkan hati dari nan mengganggu perasaan, berjuang menanggalkan pengaruh insting, memadamkan kelemahan, menjauhi seruan hawa nafsu, mendekati sifat-sifat kerohanian, berjuntai pada ilmu-ilmu hakikat.

Memakai peralatan nan krusial dan lebih kekal, menaburkan nasihat kepada semua manusia, memegang teguh janji dengan Allah dalam perihal hakikat, dan mengikuti contoh Rasulullah dalam perihal syariat.

3. Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun mendefinisikan tasawuf semacam pengetahuan hukum nan timbul kemudian di dalam agama. Asalnya adalah tekun beribadah, memutuskan pertalian terhadap segala sesuatu selain Allah, hanya menghadapNya, dan menolak perhiasan dunia.

Selain itu, membenci perkara nan selalu memperdaya orang banyak sekaligus menjauhi kelezatan kekayaan dan kemegahannya. Tasawuf juga berfaedah menyendiri menuju jalan Tuhan dalam khalwat dan ibadah.

4. H.M. Amin Syukur

Menurut H.M. Amin Syukur, tasawuf adalah sistem latihan dengan kesungguhan (riyadahah mujahadah) untuk membersihkan, mempertinggi, dan memperdalam aspek kerohanian dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah sehingga segala perhatiannya hanya tertuju kepadanya.

5. Syaikh Islam Zakaria Al-Anshari

Tasawuf menurut Syaikh Islam Zakaria Al-Anshari adalah imu nan menerangkan cara-cara mencuci bersih jiwa, memperbaiki akhlak, dan membina kesejahteraan lahir dan jiwa untuk mencapai kebahagiaan nan abadi.

Prinsip tasawuf

Terdapat enam prinsip tasawuf, ialah tauhid, zuhud, wara, sabar, syukur, dan ma'rifatullah. Berikut masing-masing penjelasannya, seperti dikutip dari buku Ilmu Studi Islam.

  • Tauhid: mengucapkan dan meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Swt.
  • Zuhud: menjauhi bumi dan segala kesenangannya secara berlebihan.
  • Wara: berhati-hati terhadap segala sesuatu nan dapat menjerumuskan ke dalam dosa.
  • Sabar: bisa menghadapi segala ujian dan ujian dengan lapang dada.
  • Syukur: selalu berterima kasih atas nikmat nan Allah Swt berikan.
  • Ma'rifatullah: mengenal Allah Swt secara langsung dan mendalam.

Jenis-jenis tasawuf

Berikut jenis-jenis tasawuf yakni, tasawuf falsafi, tasawuf akhlaki, dan tasawuf amali seperti dikutip dari buku Hakikat Ilmu Tasawuf. Tujuan ketiga jenis tasawuf ini adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan membersihkan diri dari hal-hal nan tidak baik.

1. Tasawuf falsafi

Tasawuf falsafi adalah tasawuf nan menggunakan bahan kajian alias pemikiran nan terdapat di kalangan para filsuf, seperti tentang Tuhan, manusia, dan hubungan antara keduanya.

2. Tasawuf akhlaki

Tasawuf akhlaki adalah corak tasawuf nan menerapkan pendekatan takhalli (pembebasan diri dari sifat tercela), tahalli (pengembangan diri dengan sikap terpuji), dan tajalli (penghayatan rasa ke-Allah-an).

Tasawuf ini berfokus pada perbaikan adab dengan metode-metode tertentu nan telah dirumuskan. Misalnya menghindari perilaku tercela (madzumah) sembari mewujudkan perilaku terpuji (mahmudah).

3. Tasawuf amali

Tasawuf amali adalah tasawuf nan menggunakan pendekatan amaliah. Contohnya adalah wirid dan zikir nan dilakukan dengan teratur, nan selanjutnya menjadi bagian dari suatu tarekat.

Demikian penjelasan mengenai pengertian apa itu tasawuf, prinsip, dan jenis-jenisnya. Sederhananya, tasawuf adalah aliran (cara dan sebagainya) untuk mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah.

Enam prinsip tasawuf, ialah tauhid, zuhud, wara, sabar, syukur, dan ma'rifatullah. Sementara tiga jenis tasawuf adalah tasawuf falsafi, tasawuf akhlaki, dan tasawuf amali.

(juh)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru