Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti banyaknya pemberitaan negatif nan diarahkan kepada dirinya. Padahal, dia menilai langkah nan dijalankannya berbareng unsur pemerintah lainnya untuk perekonomian Indonesia sejauh ini tidak main-main.
Hal itu disampaikan Purbaya saat memberi sambutan dalam aktivitas peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4).
"Sekarang banyak buletin negatif nan jelek-jelekin saya katanya, tapi saya tahu betul nan kita jalankan enggak main-main," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan fondasi ekonomi nan lebih kuat. Desain kebijakan diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nan lebih sigap dari sebelumnya.
Purbaya mencontohkan peran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto nan sekarang diberi kewenangan lebih besar untuk mengawal proyek-proyek di bagian ekonomi.
Ia menyebut telah dibentuk satuan tugas untuk menangani beragam halangan nan selama ini membikin pertumbuhan melangkah lambat.
Dengan langkah tersebut, dia optimistis pertumbuhan ekonomi nan selama ini berada di kisaran 5 persen bisa meningkat. Ia menyebut pada kuartal IV 2025 ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen.
Menurut dia, pertumbuhan pada kuartal I 2026 berpotensi menembus 5,5 persen dan kuartal II 2026 diperkirakan lebih tinggi lagi. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan ekonomi domestik tetap kuat di tengah gejolak global.
Purbaya menambahkan pergerakan pasar saham biasanya mengikuti esensial ekonomi. Dengan esensial nan membaik, dia menilai prospek pasar finansial juga bakal terdorong.
"Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik dan ini bakal terjadi terus ke depan," ujar Purbaya.
Ia juga mengungkap gimana dalam tiga bulan pertama 2026 penerimaan pajak tumbuh sekitar 20 persen. Selain itu, reformasi juga dilakukan di sektor bea dan cukai.
Dengan pengawasan proyek pembangunan oleh pemerintah, dia percaya pertumbuhan ekonomi bisa meningkat lebih cepat. Bahkan tanpa reformasi industri secara besar, dia menilai ekonomi bisa tumbuh hingga 6 persen dengan mengandalkan sektor swasta dan pemerintah.
"Dengan keadaan nan sama, tanpa reformasi industri nan berlebihan, (perekonomian) kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja. Itu modal awal," ujar Purbaya.
Ia menambahkan pemerintah juga menyiapkan perubahan struktur ekonomi secara bertahap. Target pertumbuhan ekonomi 8 persen dinilai bukan perihal nan mustahil dalam beberapa tahun ke depan.
"Kalau untuk saya sudah nyaris terlihat kelak dua tahun, tiga tahun lagi, Anda udah ngeliat tuh nomor 8 persen udah nyundul-nyundul ke atas. Artinya prospek pasar saham kita juga bakal naik dengan signifikan," ujar Purbaya.
[Gambas:Youtube]
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·