Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengusulkan area ekonomi khusus ganja medis untuk menekan peredaran gelap peralatan tersebut di Indonesia.
Usulan itu disampaikan Hinca dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Selasa (7/4).
Hinca mengaku heran negara tetap melarang penggunaan ganja untuk keperluan medis. Padahal, di wilayah asalnya, Sumatera Utara, ganja bagus untuk pertanian dan peternakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu pimpinan, saya bertanya kepada BNN dan juga teman-teman ini, saya izinkan bertanya nih kelak dijawab, apakah Anda setuju dengan usulan saya, kita corak area ekonomi unik ganja medis Indonesia," ujar Hinca.
Dia mau agar ganja mulai bisa digunakan secara terang jika selama ini negara mempermasalahkan peredaran gelapnya. Selain untuk medis, kata Hinca, status area ekonomi unik juga krusial untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.
Menurut dia, pemerintah nantinya bisa memilih sejumlah pulau untuk dijadikan area tersebut. Mulai dari Aceh, Sumut, hingga Maluku.
"Dari puluhan ribu pulau di Indonesia ambil aja 10, konsentrasi di situ semua, di situ rehabilitasinya semua di situ. Wah, jika itu terjadi keren," ujar Hinca.
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat Hinca Pandjaitan saat menerima arsip mengenai reformasi izin ganja medis beberapa tahun lalu. (Dok. Yayasan Sativa Nusantara)
Menurut dia, pemerintah perlu meniru Korlantas Polri lewat pengelolaan BPKB, nan pendapatannya bukan hanya digunakan untuk operasional, namun bisa untuk menyumbang APBN.
"Sehingga hasilnya kelak kayak Kakorlantas, 88 persen kembali ke kegiatannya, 12 persen kembali ke APBN agar anggaran nan tadi kami persoalkan ini enggak lagi jadi masalah, tapi jangan dijual di Indonesia. Kan kira-kira begitu," kata Hinca.
Dia dan Fraksi Demokrat mengaku serius dengan usulan tersebut dan bakal disampaikan dalam pembahasan RUU Narkotika. Hinca mengaku juga telah menyiapkan hasil kajian usai melakukan kunjungan ke Thailand.
"Posisi sikap saya dan fraksi saya, terus itu. Dan kajiannya sudah saya bikin itu. Karena waktu itu kami pergi kunjungan ke Thailand, itu masuk herbal," katanya.
Hingga buletin ini ditulis, belum ada respons dari BNN maupun Dittipid Narkoba mengenai usulan tersebut. Keduanya tak menjawab dalam sesi tanya jawab rapat berbareng Komisi III DPR hari ini.
(thr/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·