slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ratusan Pustu Pascabencana Sumatra Telah Kembali Beroperasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Sumatra sekarang telah kembali beroperasi, seiring perkembangan pemulihan akomodasi kesehatan (faskes) di area nan terdampak bencana. Saat ini, jasa kesehatan semakin dekat dengan penyintas, dan menjangkau hingga ke tingkat komunitas.

Berdasarkan info Satgas PRR, dari total 2.952 Pustu di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), sebanyak 2.522 unit mengalami akibat bencana. Pada awal fase penanganan per 1 Desember 2025, tercatat operasional 148 Pustu sempat berakhir beraksi akibat kerusakan nan cukup parah.

Seiring percepatan rehabilitasi nan dilakukan, jumlah tersebut terus menurun secara signifikan. Memasuki awal April 2026, jumlah Pustu nan belum beraksi normal tersisa 21 unit. Progres penanganan kembali menunjukkan percepatan berasas info terbaru Satgas PRR per 17 April 2026 nan menunjukkan jumlah Pustu tetap dalam tahap rehabilitasi sekarang tinggal 12 unit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 12 Pustu tersebut tersebar di Aceh dan Sumut. Di Aceh, sejumlah Pustu nan tetap dalam penanganan berada di wilayah Aceh Timur, seperti Pustu Blang Seunong, Seunuebok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, hingga DK 1 Peunaron Baru dan Tanjung Tok Blang, dengan progres pekerjaan berupa pembangunan baru maupun pembersihan dan renovasi.

Di Sumut, Pustu nan tetap dalam proses penanganan antara lain berada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, seperti Pustu Hutabarangan, Po Simargarap, Sibuluan Nalambok, Sibio-bio, Sigiring-giring, dan Huraba, nan sebagian besar dalam tahap pembangunan ulang dan penyelesaian renovasi.

Adapun seluruh Pustu di Sumatera Barat telah kembali beraksi sepenuhnya, menandakan percepatan pemulihan nan merata di wilayah tersebut.

Selain Pustu, pemulihan faskes secara menyeluruh juga menunjukkan hasil nan menggembirakan. Dari total 130 rumah sakit pemerintah di tiga provinsi, sebanyak 87 unit terdampak bencana. Pada awal Desember 2025, terdapat 9 rumah sakit nan sempat berakhir beroperasi, namun sekarang seluruhnya telah kembali berfaedah normal.

Di tingkat jasa dasar, dari 1.265 puskesmas nan ada, sebanyak 867 unit terdampak dan sempat membikin 152 puskesmas tidak beroperasi. Saat ini, seluruh puskesmas tersebut telah kembali melayani masyarakat, sehingga akses jasa kesehatan di tingkat kecamatan telah pulih sepenuhnya.

Percepatan rehabilitasi ini tidak terlepas dari kerjasama lintas kementerian dan lembaga, khususnya peran Kementerian Kesehatan nan secara aktif turun ke lapangan berbareng relawan dan tenaga kesehatan untuk memastikan jasa kembali berjalan.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas langkah sigap tersebut. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan jasa kesehatan bagi penyintas.

"Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menkes lantaran beliau turun langsung dan betul-betul bekerja mengendalikan dengan semua relawan dan kekuatannya, sehingga kurang dari satu bulan semua RSUD sudah operasional 100 persen," ujar Tito di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tito menyatakan, pemulihan akomodasi kesehatan hingga tingkat paling bawah menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana.

"Kemudian juga Puskesmas nan tadinya 867, tidak sedikit, sudah 100 persen operasional. Tinggal Puskesmas Pembantu (Pustu) nan tetap kita selesaikan, ini krusial lantaran untuk berobat dan lain-lain," pungkasnya.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru