Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia menawarkan diri untuk mengambil alih uranium Iran yang telah diperkaya sebagai bagian dari solusi diplomatik untuk konflik Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan tawaran itu telah disampaikan pihaknya beberapa waktu lalu, namun ditolak mentah-mentah oleh AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada India Today pada Rabu (15/4), Peskov mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengajukan sendiri "solusi amat baik" tersebut.
Meski pada akhirnya ditolak, Putin disebut tetap terbuka dengan opsi tersebut jika negara-negara yang terlibat memintanya.
Uranium Iran yang telah diperkaya merupakan salah satu masalah yang diperdebatkan Washington-Teheran dalam negosiasi damai. Iran diyakini memiliki sekitar 450 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, yang terkubur di bawah situs-situs nuklirnya.
AS sejak dulu was-was bahwa Iran berniat menggunakan uranium tersebut untuk membuat senjata nuklir. Tingkat pengayaan uranium untuk senjata nuklir sendiri yakni 90 persen.
AS telah menuntut Iran menyerahkan uranium mereka secara sukarela atau diambil secara paksa. Namun, Iran menolak. Iran hanya bersedia menurunkan tingkat pengayaannya, sambil menegaskan bahwa uranium mereka untuk kepentingan sipil.
Menggemakan hal ini, Peskov dalam kesempatan yang sama juga mengatakan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tak pernah menemukan bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir seperti yang dituduhkan AS.
Peskov justru menegaskan tuduhan tersebut cuma dijadikan dalih untuk meluncurkan agresi ke Iran.
Peskov juga bicara mengenai isu Rusia memberikan dukungan kepada Iran dalam perang melawan AS-Israel. Ia menekankan Rusia tidak terlibat dalam peperangan karena konflik itu "bukan perang kami."
(blq/dna)
Add
arsenic a preferred root connected Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·