slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Viral Warga Di Sukoharjo Tolak Warung Mi Babi, Akses Ditutup Tanah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Viral penduduk di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) menutup akses Warung Mi dan Babi Tepi Sawah dengan tanah.

Dalam video nan beredar di media sosial, tampak akses menuju warung nonhalal itu ditutup dengan gundukan tanah. Gundukan tanah itu berada di bawah spanduk nan bertuliskan penolakan penduduk terhadap warung tersebut.

Saat ini gundukan tanah itu sudah diratakan dan kendaraan bisa kembali melintas menuju warung. Namun spanduk penolakan penduduk tetap ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spanduk MMT nan terpasang di ujung gang warung tersebut bertulisan 'WARGA SEKITAR MENOLAK WARUNG NON-HALAL'. Tampak MMT itu terdapat gambar menyerupai kepala babi nan disilang merah.

Pengelola warung Mi dan Babi Tepi Sawah, Jodi Sutanto, mengatakan penutupan itu dilakukan oleh orang tidak kenal pada Kamis (16/4), sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu warung tetap tutup lantaran baru buka jam 12.00 WIB.

"Kemarin orang kami waktu mau keluar, memandang ada dam truk, nan sudah selesai menurunkan tanah. Saat orang kita datang, truk sudah pergi. Akibatnya, menutup akses jalan ke warung kami tertutup," Kata mengutip detikcom, Jumat (17/4).

Dia mengatakan jalan depan warungnya merupakan jalan umum dan satu-satunya akses jalan menuju warungnya. Ia mengaku tidak tahu siapa nan meletakkan tumbukan tanah di tengah jalan tersebut.

Kades buka suara

Dihubungi terpisah, Kades Parangjoro Hardiman, membantah jika tumpukan tanah itu sengaja diletakkan untuk menutup akses warung tersebut. Sebab, tumbukan tanah itu digunakan penduduk untuk meninggikan jalan.

"Itu tidak ditutup, kebetulan dari penduduk itu sudah agenda lama mau meninggikan jalannya, mau diperbaiki lantaran terlalu rendah. Warga mau pengurukan, dan meratakan. Ditinggal tidak, itu mau diratakan juga sama warga. Itu mungkin salah mengerti mengartikan dengan pemilik warung," kata Hardiman.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru