slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Wacana Redenominasi, Begini Sejarah Penyederhanaan Rupiah Pada 1965

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Munculnya wacana redenominasi dari pemerintah membikin masyarakat mencari tahu sejarah dan latar belakang kebijakan tersebut. Kebijakan penyederhanaan rupiah pernah terjadi di pada 1965.

Banyak orang mengira bahwa itu merupakan redenominasi. Benarkah demikian?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir penjelasan dalam kitab Globalization and Multinational Corporations: [Globalisasi dan Perusahaan Multinasional] karya Ademas Permana, tahun 1965 pemerintah melakukan pemotongan nilai duit secara drastis sebagai upaya menahan laju inflasi nan saat itu mencapai tingkat nan sangat tinggi.


Apa itu redenominasi?

Berdasarkan penjelasan berkas DPR RI, redenominasi merupakan kebijakan penyederhanaan nilai mata duit dengan menghilangkan beberapa nomor nol tanpa mengubah nilai riilnya. Kebijakan ini umumnya dilakukan ketika suatu negara mau menyederhanakan sistem transaksi, memperbaiki efisiensi pencatatan, dan meningkatkan persepsi stabilitas mata uang.

Dalam praktiknya, redenominasi tidak mengubah daya beli masyarakat lantaran nilai riil sebelum dan sesudah konversi tetap sama. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur mata duit nan lebih efisien untuk jangka panjang.

Kebijakan seperti ini biasanya ditempuh ketika kondisi ekonomi relatif stabil dan inflasi berada pada tingkat rendah sehingga perubahan denominasi tidak berisiko menambah kekacauan di masyarakat.

Lain halnya dengan sanering nan merupakan pemotongan nilai mata duit sehingga terjadi penurunan daya beli masyarakat.


Sejarah pemotongan nilai rupiah pada 1965

Setelah memahami apa itu redenominasi, kita bisa memandang gimana kebijakan tahun 1965 sebenarnya diterapkan. Langkah nan diambil pemerintah kala itu muncul dari tekanan ekonomi nan sudah berjalan sejak akhir 1950-an.

Kondisi tersebut terus memburuk memasuki tahun 1960-an sehingga mendorong pemerintah untuk memilih langkah pemotongan nilai uang. Berbagai sumber menyebut langkah ini sebenarnya bukanlah redenominasi, melainkan sanering.

Berdasarkan penjelasan dalam kitab Globalization and Multinational Corporations: [Globalisasi dan Perusahaan Multinasional] karya Ademas Permana, kala itu pemerintah mengambil keputusan untuk memotong nilai duit lama dengan rasio 1:1000 untuk mengendalikan inflasi nan semakin tidak terkendali.

Sayangnya, langkah ini tidak diiringi oleh reformasi struktural nan mendukung stabilisasi sehingga tujuan awalnya tidak dapat tercapai secara optimal. Pemotongan nilai duit hanya menjadi solusi jangka pendek nan tidak bisa memperbaiki kondisi makro secara menyeluruh.

Masyarakat pun mengalami penurunan daya beli nan signifikan lantaran tabungan dan simpanan mereka ikut tergerus oleh kebijakan tersebut. Tidak hanya itu, timbul kegelisahan ekonomi nan cukup luas, mengingat perubahan nilai duit dilakukan secara mendadak tanpa persiapan nan matang.

Situasi ini berbeda dengan konsep redenominasi modern, nan menekankan proses transisi berjenjang dan stabilitas harga. Dengan demikian, menggunakan istilah "redenominasi" untuk kebijakan tahun 1965 kurang tepat lantaran konteks, tujuan, dan mekanismenya sangat berbeda.


Wacana redenominasi di Indonesia

Sejak kebijakan sanering tahun 1965, rumor redenominasi beberapa kali muncul kembali dalam pembahasan ekonomi nasional. Pada 2013, pemerintah apalagi sempat menyiapkan RUU Redenominasi meski akhirnya tidak diterapkan.

Isu serupa kembali terdengar pada 2023, tetapi Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan ini tetap memerlukan kajian lebih dalam sebelum bisa dilaksanakan. Pasalnya, hasil akhir nan mau dicapai adalah menciptakan efisiensi transaksi dan meningkatkan kredibilitas rupiah di tingkat global, bukan mengurangi nilai uang.

Demikian ulasan komplit mengenai sejarah redominasi rupiah 1965 dan dampaknya pada perekonomian masyarakat Indonesia. Semoga info ini berfaedah untukmu.

(han/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru