CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 20:00 WIB
Ilustrasi. Sebaiknya tukar roti putih dengan roti sourdough karena roti ini menawarkan jenis faedah kesehatan sebagai berikut. (Getty Images/iStockphoto/Oxana Medvedeva)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketimbang roti putih, roti sourdough lebih direkomendasikan. Meski buat sebagian orang roti ini lebih bertekstur dan rasanya unik, tapi sourdough bisa menawarkan sejumlah faedah kesehatan. Apa saja?
Di tengah gempuran penemuan roti dengan segala isiannya, roti sourdough tetap banyak diminati. Biasanya roti datang dalam ukuran besar lampau diiris-iris sesuai kebutuhan.
Roti dinilai mempunyai tekstur lebih padat dengan rasa cukup unik. Roti sourdough dibuat dengan teknik fermentasi tradisional. Melansir dari GoodRX, roti terbuat dari tepung dan air nan difermentasi menggunakan "starter" alias kultur hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starter ditambahkan ke tepung dan air lampau proses fermentasi dimulai. Starter inilah nan memberikan rasa sedikit masam pada roti.
Manfaat roti sourdough
Berkat proses fermentasi tradisional, sourdough menawarkan sejumlah faedah kesehatan sebagai berikut.
1. Menyehatkan pencernaan
Bagi sebagian orang, roti sourdough lebih mudah dicerna daripada roti putih. Berdasar beberapa penelitian, roti sourdough bertindak sebagai prebiotik nan berfaedah serat pada roti membantu memberi makan kuman baik usus.
Selain itu, roti sourdough lebih rendah gluten daripada jenis roti lain. Kemungkinan gluten pada roti terurai oleh asam. Roti sourdough pun terbilang kondusif buat mereka nan intoleransi gluten.
2. Asupan gizi
Roti sourdough terlebih nan terbuat dari tepung gandum utuh secara alami mengandung kalsium, unsur besi, dan seng.
Sebenarnya roti juga mengandung fitat nan menghalang penyerapan mineral. Namun proses fermentasi roti sourdough membantu memecah fitat sehingga mineral lebih mudah diserap.
Ada pula folat, kalium, dan magnesium. Folat berfaedah untuk pembelahan sel. Kalium berfaedah untuk mengatur debar jantung, membantu kegunaan saraf dan otot.
Sementara magnesium mengatur kegunaan otot dan saraf, mengontrol kadar gula darah, dan membantu pembentukan protein.
3. Aman dikonsumsi pengidap diabetes
Ilustrasi. Roti sourdough rendah indeks glikemik sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah secepat roti putih. (freepik.com/pvproductions)
Pengidap glukosuria tak perlu ragu mengonsumsi roti sourdough. Indeks glikemik roti sourdough lebih rendah (54) dariapda roti putih biasa (71). Roti tidak bakal meningkatkan gula darah secepat roti putih.
Kemudian melansir dari WebMD, konsumsi roti sourdough berpotensi membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil.
Roti sourdough dapat dijadikan menu sarapan praktis. Kamu bisa menambahkan telur rebus, yogurt, alias potongan alpukat sebagai topping.
Umur simpan roti pun lebih lama meski roti tidak menggunakan pengawet seperti roti komersial lain.
(els)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·