Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengkritisi wacana Kemendiktisaintek untuk menutup program studi (Prodi) nan tak relevan dengan kebutuhan industri.
Menurut Hetifah, relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri memang penting. Namun pemerintah terutama Kemendikti, kata dia, tak boleh memandang kampus hanya untuk kebutuhan jangka pendek.
"Perguruan tinggi tidak boleh direduksi menjadi sekadar pemasok tenaga kerja. Fungsi perguruan tinggi jauh lebih luas, termasuk pengembangan pengetahuan dasar, kebudayaan, dan daya kritis bangsa," ujar politikus Golkar itu dalam keterangannya, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih ditutup, dia lebih mengusulkan transformasi. Dengan begitu, prodi nan kurang relevan bisa direvitalisasi dengan penguatan kurikulum, pendekatan interdisipliner, serta keterkaitan dengan potensi wilayah dan kekayaan budaya lokal.
Hetifah mengingatkan, orientasi efisiensi nan berlebihan berisiko menyempitkan ekosistem keilmuan dan melemahkan peran strategis perguruan tinggi sebagai pusat peradaban.
"Jika penyesuaian kudu dilakukan, maka wajib disertai masa transisi nan adil, serta perlindungan penuh bagi mahasiswa dan dosen," katanya.
Hetifah mendorong pertimbangan prodi secara berkala, transparan, dan melibatkan beragam pemangku kepentingan, termasuk akademisi, industri, dan asosiasi profesi.
"Sebagai mitra kerja pemerintah, Komisi X DPR RI bakal memastikan kebijakan ini melangkah terukur, adil, dan betul-betul memperkuat daya saing bangsa, tanpa mengorbankan masa depan pengetahuan pengetahuan," ujarnya.
Wacana penutupan prodi nan tak relevan dengan bumi kerja didasarkan lantaran tingginya nomor lulusan dari prodi nan tidak terserap di bumi kerja.
Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukonco mengatakan pemerintah bakal melakukan penyesuaian ulang mengenai prodi di universitas agar kelulusan terserap maksimal. Selain itu, prodi nan tidak relevan terbuka kemungkinan bakal ditutup.
"Ada kerelaan alias mungkin ada beberapa perihal nan kelak bakal kita eksekusi tidak terlalu lama mengenai prodi, prodi bakal kita pilih pilah alias jika perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi ini dan sebenarnya nan dibutuhkan prodi apa ke depan, itu nan bakal kita susun bersama," kata Badri dikutip dari siaran ulang YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Senin (27/4).
[Gambas:Youtube]
(thr/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·